Dentingan keyboard mengalun lembut, ditingkahi dengan tarikan bass menghipnotis tubuh untuk bergoyang ikuti irama. Ditambah mantapnya gebukan drummer dan tarikan suara khas dari sang vokalis seolah membawa penonton untuk menembus lorong waktu di era 70-an.
Ya, siapa yang tak mengenal lagu-lagu milik band legendaris Koes Plus bersaudara. Sebut saja Maria, Diana, Kripik Tempe, Bujangan, Doa Suci, dan Dara Manisku adalah sebagian kecil hits lagu Koes Plus dari ribuan judul lainnya.
Tak mengherankan tatkala dua band beraliran Koes Plus-an, yaitu Asmara Plus dari Delanggu, dan Nusantara Band dari Solo tampil di THR Sriwedari Kamis (18/2) malam lalu, ratusan Koes Plus Mania sebutan untuk penggemar fanatik lagu-lagu Koes Plus terlihat antusias menikmati suguhan lagu-lagu nostalgia itu.
Dinginnya angin malam, dan gemericik guyuran gerimis tak menyurutkan mereka untuk melambaikan tangan, dan turut bernyanyi lirih bersama band yang tampil membawakan puluhan lagu-lagu grup musik pujaannya tersebut.
Tak ingin mengecewakan para Koes Plus Mania, Asmara Plus dan Nusantara Band pun beradu olah musikalitas semirip mungkin dengan Koes Plus yang asli. Bahkan ketika mata terpejam, dan hanya telinga yang mendengar penampilan dua band lokal dalam membawakan lagu-lagu yang awalnya digawangi Koeswoyo bersaudara yaitu Tony, Yon, Yok, Nomo, dan Murry tersebut bisa dibilang hampir mendekati sempurna. Baik dari sisi cengkok, aransemen, maupun kekompakannya.
Lintas Generasi
Ditemui usai pementasan, Tony Sutono keyboardis Nusantara Band, mengatakan sampai kapan pun dirinya meyakini, lagu-lagu legendaris Koes Plus akan terus digemari masyarakat. Karena selain liriknya yang mudah dihafal, lagu-lagu tersebut juga bersifat variatif dan multi irama. ”Saya membawakan lagu-lagu Koes Plus sejak tahun 1972, dan tetap bertahan hingga sekarang,” ujarnya.
Tony menambahkan, Nusantara Band yang digawangi dirinya sebagai keyboardis, Beck sebagai drummer, Alex di posisi bass, dan Teguh di bagian vokalis merangkap rythem telah berkomitmen untuk terus menyuguhkan lagu-lagu Koes Plus sesuai pakemnya. Hal itu ditujukan supaya masyarakat bisa mengenal secara utuh lagu-lagu Koes Plus seperti aslinya. ”Koes Plus itu sudah punya fans fanatik, jadi kami tidak takut kehilangan penggemar. Selain itu ketika tampil sambutan dari generasi muda pun terlihat sangat bagus,” paparnya.
Hal yang sama Asmara Plus yang digawangi Alex di keyboard, Sis sebagai bassis, Pandu sebagai drummer, Hari diposisi vokal, Heri di bagian melodi tampil secara klasik tanpa mengubah aransemen asli lagu-lagu Koes Plus. Sumadi, pimpinan Asmara Plus mengatakan optimis meskipun membawakan lagu lawas, namun kehadiran band lokal beraliran Koes Plus akan tetap mendapat penggemar dari berbagai usia dan kalangan.
”Lagu-lagu Koes Plus itu sangat bisa diterima semua lapisan masyarakat, termasuk juga generasi muda. Buktinya Pandu drummer kami saja masih duduk di kelas 3 SMP,” tegasnya. (Deniawan Tommy Chandra Wijaya)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







