SOLO—Lima atlet TI (Taekwondo Indonesia) Solo gagal raih medali dalam Kualifikasi Youth Olympic Games 2010 di Meksiko dan juga kejuaraan dunia Taekwondo yang juga berlangsung di Meksiko Senin-Rabu (1-3/3) lalu. Dengan hasil ini Pelatih Utama Taekwondo Indonesia (TI) Solo, Tanu Kismanto menilai kalau masih butuh proses panjang untuk meningkatkan prestasi anak-anak didiknya di ajang kejuaraan Tiga atlet yang mengikuti Kualifikasi Youth Olympic Games adalah Hendra gutama, Iqsan Saiful, dan Vivian Tiara. Sementara dua atlet TI Solo yang mengikuti Kejuaraan Dunia adalah Muhammad Salim dan Zandra Duanita.tingkat dunia. “Kita memang belum bisa lolos kali ini, tetapi anak-anak sudah bermain maksimal. Dan saya rasa ini bisa menjadi satu pengalaman untuk mereka yang baru sekali ini go Internasional,” tutur Tanu. Namun dengan terlibat dalam kejuaraan internasional tersebut pengalaman menjadi satu keuntungan yang diperoleh oleh anak-anak didiknya meskipun gagal lolos dari Kualifikasi Youth Olympic Games dan membawa medali dalam Kejuaraan Dunia taekwondo di Meksiko.
Meski sukses dan berjaya dalam kejuaraan International Atmajaya Cup Jumat-Minggu (27-29/11) tahun 2009 lalu, ternyata masih belum bisa menjadi tolak ukur keberhasilan ketika lima atlet unggulan milik TI Solo dikirimkan untuk mewakili Indonesia. Tanu berpendapat, kegagalan ini memiliki hikmah tersendiri untuk segera menjalankan pencarian atlet dengan postur sesuai dengan standar internasional. “Dari negara sesama Asia, kita tidak terlalu ketinggalan karena kita sama-sama mengandalkan speed. Tetapi dengan negara-negara Timur Tengah, kita kalah jauh dalam hal fisik berupa postur tubuh dan juga power,” tutur Tanu yang telah memanggil pulang kelima atletnya tersebut untuk dibina lagi. (tqu)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




