Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Susno Bongkar Korupsi Pajak Polri Rp 25 M

Kamis, 11/03/2010 09:00 WIB - dtc/mas

JAKARTA—Komjen Pol Susno Duadji kembali membongkar borok di Mabes Polri. Sebelum ia lengser sebagai Kabareskrim, ada kasus dugaan korupsi perpajakan yang sempat ”diatur” anak buahnya. Nilainya cukup tinggi, yakni Rp 25 miliar.
”Kalau nggak salah Rp 25 (miliar) apa Rp 17 (miliar),  jelas itu besar sekali Rp 25 miliar,” ungkap Susno usai acara bedah buku Bukan Testimoni Susno di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (10/3).

Susno tidak setuju kasus tersebut diatur. Terlebih jumlah uang yang menjadi barang buktinya dikurangi. ”Saya  mau diungkap itu korupsinya, karena itu korupsi bidang perpajakan. Kenapa saya bilang begitu, karena, saya dengar kasus itu sudah diatur, marah besar saya kenapa barang buktinya jadi Rp 400 juta,” bebernya.
Lebih jauh Susno mengungkapkan, pada akhir 2009 ia sudah mendengar adanya kabar ”permainan” di kasus ini. Setelah diklarifikasi pada penyidiknya, jawaban yang diperoleh Susno berbelit-belit.
Namun, jenderal bintang tiga ini enggan menjelaskan lebih jauh siapa saja yang terlibat dan apa perusahaan pajak yang dimaksud. Namun, ia memastikan ada anak buahnya di kalangan penyidik yang terlibat dan seorang petugas pajak berpangkat rendah.
”Ada pegawai pajak pangkat rendah duitnya Rp 25 M. Itu harus ditindaklanjuti lagi, itu duit harus ditelusuri lagi pasti ada kaitannya dengan korupsi,” katanya.
Susno bahkan menunjuk yang terlibat adalah penyidik yang naik pangkat. ”Dia masih bertugas, naik pangkat malah. Jadi bintang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Susno mengungkapkan, dugaan korupsi pajak di Mabes Polri senilai Rp 25 miliar itu dicampuri juga oleh makelar kasus (Markus). Sehingga menaruh kecurigaan Susno yang saat itu masih menjabat Kabareskrim.
Susno berani blak-blakan bahwa di tubuh Mabes Polri masih ada makelar kasus. Untuk mengungkap siapa makelar kasus yang berkeliaran di Mabes Polri, Susno menyatakan itu pekerjaan yang mudah.
Menurutnya, untuk memberantas makelar kasus, tidak perlu repot-repot memasang kamera CCTV di tiap sudut, namun cukup dengan menelepon saja.
”Tangkap Markus nggak perlu pasang CCTV, wong Markus kalau datang nelpon kok,” seloroh perwira tinggi polisi bintang tiga ini seperti dikutip inilah.com.
Kendati demikian, Susno memastikan kasus itu tidak terkait dengan, kasus yang melilit Kaltim Prima Coal milik kelompok usaha Bakrie. (dtc/mas)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :