Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Sumber Air Tlatar Susut 10 % per Tahun

Jumat, 30/10/2009 15:37 WIB - ono

BOYOLALI (Joglosemar) : Sumber mata air Tlatar mengalami penyusutan hingga 10 persen lebih per tahunnya. Akibatnya, suplai air di kawasan tersebut dikhawatirkan mampet jika tidak ada upaya antisipasi sejak dini.
Sahid, pengusaha restoran dan pemancingan di tempat wisata air tersebut, mengungkapkan  penyusutan debit air dari tahun ke tahun semakin parah. Hal ini tentu saja membuat para pengusaha khawatir.
“Penyusutan mencapai 10 persen lebih tiap tahunnya,” ungkap dia, Rabu (28/10).
Padahal, kebutuhan air merupakan hal utama bagi kawasan wisata andalan Kota Susu tersebut. Apalagi mata air di Tlatar tidak hanya digunakan oleh kepentingan wisata saja, melainkan juga untuk keperluan air minum.
Sularso, Sekretaris Paguyuban Pengusaha Restoran dan Pemancingan Tlatar, mengatakan penyusutan saat ini semakin parah. Bahkan jika tahun lalu kondisi kolam masih luber dengan air, saat ini hanya terisi sekitar seperempatnya saja.
Hal ini tentu saja membuat was-was pengusaha yang sangtat mengandalkan suplai air. Pasalnya, jika air berkurang ikan-ikan yang ditampung kolam-kolam akan banyak yang mati. Selain itu juga menimbulkan bau yang tidak sedap.
Berkurangnya debit air menurut dia juga diakibatkan pengambilan air oleh PDAM. Hal ini terlihat semakin banyaknya pipa-pipa PDAM yang dipasang di sumber Tlatar. Akibatnya, air yang mengalir ke kawasan wisata berkurang banyak. “Pipa-pipa PDAM semakin banyak saja, sementara debit air terus berkurang,” imbuh dia.
Menurunnya debit air itu sendiri disebabkan oleh rusaknya daerah tangkapan air di kawasan atas, seperti di Selo dan sekitarnya. Pihak pengusaha di Tlatar sendiri menurut dia juga sudah berupaya ikut memperbaiki kondisi lingkungan di atas, di antaranya yakni dengan menerapkan sistem teras siring di lahan milik mereka yang ada di kawasan Selo.
“Persoalannya kan air selama ini tidak terserap, karena itu lahan-lahan kami yang di atas kami buat teras siring, juga dengan melakukan reboisasi,” tambah Sahid.
Sementara itu Bupati Boyolali, Sri Moeljanto meminta supaya para pengusaha restoran dan pemancingan di kawasan tersebut, turut berpartisipasi dalam penghijauan. Menurutnya, kondisi wilayah Boyolali tidak terdapat cekungan di dalam tanah. Sehingga air terus mengalir ke daerah Solo maupun Sukoharjo. Sehingga pihaknya meminta semua pihak untuk ikut berpartisipasi menyelamatkan air di Boyolali.
“Hampir semua mata air di Boyolali menyusut, karena itu saya minta pengusaha terutama di Tlatar ini agar ikut dalam antisipasi menurunnya debit air,” tegas Bupati. (ono)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :