Demian Aditya, atau yang lebih dikenal dengan Demian sang ilusionis baru-baru ini mendirikan sekolah sulap. Ia berharap bisa membagi ilmu dan kemampuan sulapnya. Ia pun berharap akan lahir bibit pesulap mahir di Tanah Air. Sekolah itu bernama Demian’s Magic Academy supported by Primagama.
Sekolah tersebut selain di buka di Jakarta, juga sudah membuka cabang di Surabaya dan Yogjakarta. “Dengan akademi ini saya berharap orang menjadi tahu bahwa sulap dapat menjadi suplemen pendidikan akademis dan meningkatkan kreativitas,” terang Demian saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini, sepertyi dilansir dari kapanlagi.com, Selasa (30/3).
Menurut Demian, di sekolah yang didirikannya, siswa tidak hanya sebatas diajari trik sulap, atau dididik menjadi pesulap, namun anak-anak juga akan diberikan pendidikan agar mempunyai mental dan kepercayaan diri yang baik.
“Kami memberi kesempatan generasi muda untuk mempunyai kepercayaan diri sebagai center of attraction untuk menghibur, mengekspresikan kreativitas sambil bermain. Menjadi lebih tekun dan konsisten terhadap diri sendiri, dan memperoleh inspirasi bagi masa depan karier mereka,” sambung Demian.
Suami artis, Yulia Rahman ini menambahkan, dengan adanya akademi sulap ini, ia juga ingin melahirkan pesulap-pesulap yang memiliki kreativitas tinggi serta memiliki tanggung jawab.
“Akademi ini penting karena pendidikan akan memberikan pemahaman akan hiburan seni sulap. Para pesulap yang lahir pun akan memiliki kepercayaan diri yang meningkat secara produktif,” ujarnya.
Ilusionis Indonesia ini berharap para pesulap yang lahir dari akademi yang didirikannya ini bisa memanfaatkan keahlian secara kreatif dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas hidup.
“Sekolah ini bisa memberikan tambahan ilmu sulap yang tidak mistis. Karena dasarnya adalah menghibur orang lain, menumbuhkan kepercayaan diri bagi mereka yang sudah ingin serius untuk belajar sulap,” tukasnya.
Selain mengembangkan pendidikan, Demian juga merilis buku Do the Magic. Buku ini berisi trik-trik sulap. “Kalau di sekolah diharapkan murid bisa membedakan mana sulap yang mudah dan sulit. Tergantung anak bisa mengetahui dengan trik-trik yang baru,” paparnya. (dhi)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




