Kalau seorang anak atau siswa atau mahasiswa memiliki nilai-nilai akademik yang bagus, maka mereka ini bisa disebut sukses akademik. Setelah siswa atau mahasiswa itu tidak sekolah atau kuliah, maka masyarakat tidak lagi menggunakan nilai akademik sebagai alat ukur kesuksesan. Yang dijadikan alat ukur sukses berubah, seperti sudah bekerja atau belum, gajinya tinggi atau rendah. Atau apakah orang itu sukses berwirausaha.
Yang jadi masalah seringkali sukses akademik tidak disertai dengan sukses di kehidupan nyata. Seperti halnya fenomena sarjana banyak yang mengganggur. Mengapa demikian? Salah satu alasannya adalah soal-soal di sekolah berbeda dengan soal-soal di kehidupan nyata. Inilah beberapa perbedaan tersebut:
Soal-soal di Sekolah
- Soal-soal di sekolah sudah pernah dipecahkan berkali-kali sebelumnya dan oleh banyak sekali orang yang berbeda
- Motivasi untuk memecahkan soal-soal di sekolah sangat rendah karena tidak akan ada yang menderita jika soal-soal ini tidak terpecahkan
- Tujuan soal-soal ini dipecahkan telah jelas disebutkan
- Semua data dan informasi yang dibutuhkan disajikan dalam bentuk soal-soal. Informasi yang tersedia tersebut benar adanya dan relevan dengan masalah yang akan dipecahkan
- Aturan-aturan dapat diikuti untuk mencapai hasil yang diinginkan
- Biasanya hanya terdapat satu jawaban yang benar
- Seseorang yang berada di dekat Anda akan memberitahu Anda apakah solusi yang Anda buat itu benar atau salah. Jika ada lebih dari satu solusi, seseorang akan memberitahu Anda seberapa bagus solusi Anda tersebut
- Solusi yang pernah ada biasanya dapat Anda temukan secara tertulis di suatu tempat, misalnya di bagian belakang buku soal yang sedang Anda kerjakan
- Soal-soal di sekolah biasanya hanya melobatkan faktor yang obyektif yang dapat didefinisikan dan dapat diukur
- Fakta yang mengatakan bahwa sebuah soal-soal itu ada sangatlah jelas
Soal-soal di Kehidupan Nyata
- Jika soal-soal yang dihadapi di dunia nyata sudah pernah dipecahkan, berarti sudah bukan soal lagi.
- Motivasi untuk memecahkan soal-soal di kehidupan nyata sangat tinggi karena jika tidak terpecahkan, masalah lain akan muncul.
- Anda sendirilah yang harus mengenali dan merumuskan tujuan Anda
- Data dan informasi yang sudah tersedia kemungkinkan tidak benar, tidak relevan, dan mungkin juga malah menyesatkan. Beberapa informasi yang dibutuhkan nampak kabur
- Tidak ada aturan yang dapat kita ikuti untuk memecahkan soal dalam kehidupan nyata
- Biasanya terdapat beragam solusi, tidak secara gamblang menunjukkan bahwa satu solusi lebih baik daripada yang lain
- Sepanjang pengetahuan Anda, tidak ada orang lain yang tahu apakah solusi ini akan berhasil atau tidak, atau apakah solusi tersebut merupakan sebuah sousi yang terbaik atau bukan
- Sebuah solusi baru harus Anda ciptakan. Jika solusi tersebut sudah pernah ada sebelumnya, tidak akan bisa diterapkan secara tepat untuk soal yang ada saat ini
- Soal-soal yang dihadapi biasanya mengandung informasi-informasi dan pilihan-pilihan, interpretasi, dan perasaan manusia yang ambigu (tidak tegas)
- Terkadang fakta yang menyatakan bahwa saat ini sedang terdapat satu soal tidak terlihat sampai suatu saat seseorang menemukan solusi
Lalu bagaimana cara menyiasati masalah di atas? Salah satu caranya adalah dengan aktualisasi bakat sejak dini. Jadi makin dewasa, bakat anak pun terasah dan mulai berkarya. Agar nantinya tidak menjadi pengangguran atau dapat mendirikan usaha sendiri atau berwirausaha.
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




