Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Sudah Dijual, Masih Sering Dikunjungi Orang

Kamis, 18/03/2010 09:00 WIB - Ari Purnomo/oke

Masih ingat dengan penggerebekan tersangka gembong teroris Noordin M Top di sebuah rumah di Kampung Kepuhsari, Mojosongo, Solo? Kali ini, rumah yang dipakai bersembunyi Noordin tersebut kondisinya sudah jauh berbeda dibanding ketika Densus 88 menggerebek rumah tersebut 17 September 2009 silam.
Rumah itu kini sudah bercat baru dan beratap genting anyar. Tidak terlihat lagi lubang bekas peluru di tembok maupun di tiang-tiang. Sekilas, tidak terlihat kalau rumah itu dulu pernah porak-poranda oleh terjangan peluru dan rusak akibat dampak ledakan. Kala itu, tim Densus 88 mengobrak-abrik rumah tersebut untuk menangkap Noordin M Top dan sekutunya yang berada di rumah itu.
Kini, rumah tersebut seperti terlihat baru jika dilihat dari tampak muka. Meskipun tak pernah dihuni lagi semenjak penggerebekan Noordin M Top, rumah itu tetap terlihat bersih. Rumah tempat tewasnya Noordin M Top itu, kini tidak menampakkan tanda-tanda bekas kehancuran.
Bangunan itu sudah sepenuhnya direnovasi sehingga bekas-bekas tembakan di dinding sudah tidak ada. Pada bagian atap juga telah diperbaiki total. Rumah itu rupanya telah berganti pemilik, karena sudah dijual oleh Indarto, sang pemilik lama.
Indarto alias Totok menjualnya dengan harga mencapai Rp 85 juta. Namun, hingga kini pemilik barunya yang berasal dari Jatipurno, Klaten membiarkan bangunan itu kosong.

Indarto menjualnya beberapa hari lalu. Sejak direnovasi pascapenggerebekan oleh Tim Densus 88 Antiteror, dirinya memang telah berencana menjual rumahnya itu. Alasannya, keluarga takut untuk menempati meski telah diperbaiki.
Meski lokasinya jauh dari jalan utama dan berada di gang buntu, ternyata rumah itu tetap diminati. Kematian Noordin bersama kelompoknya di tempat itu ternyata justru menjadi daya tarik tersendiri. Sejumlah peminat ingin membelinya karena rumah itu bekas tempat persembunyian Noordin M Top.
Menurut Ny Yuli Utami, tetangga yang tinggal bersebelahan dengan rumah itu, Totok, panggilan akrab Indarto, telah menjual rumahnya awal bulan ini.
Ditambahkannya, pemilik baru sejauh ini belum berencana untuk menempati rumah tersebut ataupun mengontrakkannya kepada orang lain. “Katanya mau dibiarkan dulu. Bilangnya sih untuk aset bersejarah, sebagai bangunan yang memiliki nilai sejarah,” ungkapnya.
Menurut penuturan sejumlah warga, hingga saat ini rumah itu masih menjadi daya tarik bagi sebagian warga yang ingin melihat dari dekat tempat tewasnya Noordin. “Oleh pemiliknya, saya diserahi untuk memegang kunci. Bagi siapa yang ingin masuk ke dalam untuk menonton kondisi rumah, dipersilakan,” kata Widodo, tetangga Indarto lainnya.
Banyak pengunjung yang ingin tahu lokasi tewasnya Noordin M Top. Mulai dari masyarakat umum, peneliti hingga turis asing dari AS, Australia dan lainnya. “Mereka datang tidak hanya dari Solo dan sekitarnya, tapi ada yang dari Kalimantan, bahkan Papua. Dari Australia juga ada yang ke sini untuk menonton,” kenangnya.
Para pengunjung tersebut ingin melihat sejarah jejak Noordin M Top di Solo lewat rumah tersebut. Sering kali para pengunjung antusias bertanya kepada warga setempat untuk menceritakan proses penggerebekan Noordin M Top dan kawan-kawannya. Pemilik rumah itu sadar kalau dari rumah itu, masyarakat ingin menengok sejarah perjalanan kasus terorisme di Indonesia yakni ditangkapnya Noordin M Top. Karena itulah si pemilik rumah membiarkannya rumah itu menjadi bangunan bersejarah sehingga dibiarkan dan belum akan ditempati. (Ari Purnomo/oke)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :