SOLO—Wakil Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo kembali menegaskan pendidikan karakter tanpa kekerasan termasuk dalam kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) 2010 Kota Surakarta. “Dalam MOS jangan sampai ada kekerasan dalam pembangunan karakter. Karena dapat berpengaruh pada psikologi anak dalam proses belajar mengajar,” tandas Wakil Walikota Surakarta ini saat ditemui wartawan di sela-sela pembukaan MOS Kota Surakarta di SMAN 8 Surakarta, Senin (12/7).
Rudy, begitu sapaan akrabnya, juga menambahkan ada perlindungan untuk anak-anak. “ Anak-anak tidak boleh takut jika senior melakukan pelanggaran. Bisa disampaikan ke guru atau langsung kepada saya. Dalam membentak pun ada kategorinya. Yaitu membentak dengan kata-kata kotor atau membentak sampai anak menangis, akan dapatkan sanksi sesuai kebijaksanaan guru atau sekolah. Tetapi jika sampai memukul atau penganiayaan dapat diberi sanksi tegas dikeluarkan dari sekolah. Gaya hidup menghormati, menghargai orang lain harus ditanamkan. Dan mulai detik ini tidak ada istilah balas dendam,” urai dia.
Latih Kedisiplinan
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Surakarta Rakhmat Sutomo yang juga hadir dalam pembukaan MOS tersebut mengungkapkan (12/7) dalam pendidikan karakter meliputi empat ranah. “Pendidikan karakter meliputi empat ranah, yaitu kecerdasan intelektual, emosional, inesteksia, dan spiritual. Dalam MOS akan ada pendidikan kedisiplinan, pembiasaan, baris-berbaris, dan bermalam. Bermalam bisa tiga sampai satu minggu. Yang penting ada satu hari untuk bermalam. Harapan dalam kegiatan ini adalah membentuk bagaimana hubungan yunior dengan senior, Tata Usaha (TU) dan guru dengan senyum, sapa, dan sambut,” urai Rakhmat.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 8 Surakarta Sudadi Mulyono mengatakan tiga hari pertama MOS akan ada pemberian materi dari Poltabes Surakarta mengenai narkoba, Keraton Surakarta tentang tata krama dan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) tentang materi kedisiplinan.
Sudadi menambahkan bahwa dua hari terakhir MOS di sekolahnya, anak-anak akan menginap di Markas AURI Adisumarmo Surakarta. “Anak-anak di Markas AURI akan diberi pendidikan kedisiplinan dan pendidikan karakter. Ada 298 anak yang nantinya akan dijemput pihak AURI dengan menggunakan bus dan truk. Di sana akan ada pelatihan yang akan didampingi dua guru dari sekolah,” tutupnya. (fir)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




