WONOGIRI (Joglosemar): Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) pemerintah Kabupaten Wonogiri dinilai kurang efektif, dan layanan dan fasilitas RSUD menjadi keprihatinan tersendiri bagi masyarakat. Penilaian itu muncul dalam sidang Paripurna, Jumat (30/10).
“Karena itu, diperlukan tindakan restrukturisasi organisasi,” ujar Darmanto selaku juru bicara Fraksi Amanat Persatuan Indonesia (API).
Sebenarnya, rapat Paripurna di DPRD Wonogiri, Jumat (30/10) itu dengan agenda persetujuan fraksi terhadap dua Raperda. Akan tetapi suasananya justru berubah menjadi ajang curahan hati bagi beberapa fraksi.
Fraksi Golkar melalui juru bicaranya, Paryanti menyatakan tentang pentingnya kembali mengenang Sumpah Pemuda. “Kini nilai-nilai Sumpah Pemuda mengalami pasang surut akibat beberapa faktor. Satu di antaranya adalah penanaman nilai sumpah pemuda kepada generasi muda masih kurang,” ujarnya.
Secara umum, rapat Paripurna berjalan dengan baik. Semua fraksi (lima fraksi) di DPRD Kabupaten Wonogiri menyatakan setuju dengan Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2008 dan tentang retribusi pelayanan kesehatan pada RSUD dr Soediran Mangun Sumarso. Kedua raperda telah dievaluasi oleh gubernur Jawa Tengah. (son)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







