Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Solo, Pasar Potensial Bisnis Trading

Senin, 29/03/2010 09:00 WIB - Rachmadhani Fitriastuti

Ada berbagai cara untuk membangun dan menjalankan usaha sendiri, antara lain dengan mendirikan sebuah perusahaan atau membeli franchise. Tapi, jika tidak ingin repot-repot mengelola sebuah perusahaan, mengatur para karyawan, dan pusing-pusing mencari lokasi usaha, ada satu jenis bisnis lain yang bisa anda jajal. Bisnis trading atau perdagangan berjangka dan sekuritas. Dengan menjalankan bisnis ini Anda tidak perlu memiliki kantor maupun karyawan. Anda hanya menanamkan uang, kemudian broker yang akan menghubungkan Anda dengan perusahaan. Broker ini yang akan memberikan masukan serta analisis-analisis kepada Anda sebagai investor. Selain itu, ada juga perusahaan yang menggunakan sistem online trading. Dengan sistem ini, Anda bisa langsung bertransaksi kapan saja dan di masa saja.
Bisnis trading sebenarnya sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu. Namun untuk di Kota Solo sendiri baru mulai ngetren dalam beberapa waktu terkahir. Hal ini ditandai dengan bertumbuhannya perusahaan-perusahaan trading. Rupanya banyak perusahaan trading yang menganggap Solo sebagai ceruk potensial yang patut digarap. Jadi tidak heran, sedikitnya ada 10 perusahaan sekuritas yang hidup dan berkembang di Solo.
 Salah satu perusahaan trading berskala nasional yang membuka cabangnya di Solo adalah Trimegah Sekuritas. Perusahaan yang berpusat di Jakarta ini, sudah membuka cabangnya di Solo selama 10 tahun terakhir.
Branch Manager Trimegah Sekuritas, Edwin Jayandaru, kepada Joglosemar mengatakan awal mula dibukanya cabang di Solo adalah karena melihat besarnya perputaran dana yang ada kota ini. Sebagai salah satu pusat bisnis,  Solo banyak dihuni oleh orang-orang berduit.
“Sebelum memutuskan membuka cabang, terlebih dulu kita lihat profil Kota Solo, berapa banyak DPK (dana pihak ketiga) yang terhimpun di bank-bank yang ada di Solo. Pada waktu itu saya tidak tahu pasti berapa besarnya, tapi kalau sekarang DPK-nya sekitar Rp 20 triliun. Dengan jumlah penduduk yang tidak seberapa banyak, ini menunjukkan jumlah kekayaan yang dimiliki tiap-tiap orang lebih tinggi. Inilah potensi yang tidak boleh dilepaskan untuk bisnis pasar modal,” tutur Edwin, beberapa waktu lalu.
Trimegah Sekuritas sendiri fokus antara lain pada penjualan saham, ORI (Obligasi Republik Indonesia), reksadana, dan sukuk ritel. Pendapat senada juga disampaikan oleh Branch Manager Monex Investindo Futures Solo, Roy Peterson. Menurutnya Solo menjadi salah satu kota yang potensial untuk bisnis trading. Hal ini tak lain karena semakin banyaknya masyarakat yang tahu dan paham tentang trading.
Jika dulu banyak orang yang masih menggangap bahwa trading adalah usaha yang berisiko tinggi, penuh gambling, dan membutuhkan modal besar, maka lambat laun hal ini mulai terkikis.
Masyarakat mulai paham jika trading bisa dijadikan alternatif bisnis cukup mudah dan menguntungkan, asalkan benar pengelolaanya.
(Rachmadhani Fitriastuti)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :