Jumat, 10/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Solo Lagi, Teroris Lagi

Jumat, 12/03/2010 09:00 WIB -

Solo kembali heboh, lagi-lagi karena menjadi transit kelompok teroris. Belum hilang dari ingatan kita, di Solo, tepatnya di Kepoh, Mojosongo, gembong teroris asal Malaysia, Noordin M Top bersama para teroris lain meregang nyawa di ujung senapan Densus 88 Mabes Polri.
Kini nama Solo kembali mencuat, setelah Densus 88 mengendus kelompok teroris yang hijrah ke Solo. Secara resmi, Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi menyatakan Densus 88 telah menangkap seorang kaki tangan Dulmatin di Solo. Meski belum diungkap secara jelas identitas kaki tangan sang teroris itu, setidaknya nama Solo sudah gempar karena lagi-lagi menjadi transit para teroris.
Masuknya jaringan teroris ke Solo juga menjadi pukulan telak bagi aparat kepolisian baik di tingkat Polda Jateng maupun Poltabes Solo. Selama ini, aparat kepolisian sesumbar menutup pintu masuk Kota Solo dari kelompok teroris. Bahkan belum lama ini, aparat kepolisian juga menggelar simulasi penanggulangan serangan teroris. Namun toh, mereka kecolongan juga, terbukti jaringan teroris sukses melenggang masuk ke Solo.
Dari kasus tertangkapnya Noordin dan kelompoknya di Mojosongo, sebenarnya aparat bisa belajar banyak. Tanpa bermaksud mendeskreditkan lembaga pesantren, namun jika ditelaah seperti tampak ada benang merah kedekatan transit jaringan teroris dengan pesantren. Namun bisa dipastikan, lembaga pesantren hanya dimanfaatkan jaringan teroris tersebut untuk bersembunyi.
Tengok saja, salah satu jaringan Noordin yang tewas di Mojosongo tak jauh-jauh dari lokasi pesantren. Kemudian, keluarga Dulmatin juga terungkap, bahwa istrinya, Istiada juga tinggal tak jauh dari lokasi pesantren. Beruntung pihak pesantren dengan cepat memberikan klarifikasi bahwa tidak pernah terkait dengan jaringan teroris mana pun.
Terlepas dari benar tidaknya lokasi transit teroris di Solo dan sekitarnya memanfaatkan lembaga pesantren, setidaknya ini juga berpengaruh besar untuk pertaruhan nama Solo sebagai salah satu ikon wisata di Tanah Air. Bukan tidak mungkin, terungkapnya jaringan teroris di Solo bakal berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan ke Solo. Padahal, Solo sedang gencar-gencarnya mempromosikan diri sebagai kota wisata budaya. Semoga, jaringan teroris yang transit di Solo menjadi kabar yang terakhir, karena semua pihak tetap menginginkan Solo menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman. (***)

 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :