PASAR KLIWON—Maraknya kerusuhan massa yang terjadi di beberapa negara, bahkan di beberapa daerah di Indonesia mengundang rasa keprihatinan masyarakat. Berawal dari rasa keprihatinan tersebut, Fatayat Nahdlatul Ulama bekerja sama dengan Sangga Buana Surakarta dan Global Peace Service Alliance mengadakan Interfaith and Peace Program For Youth People yang diikuti oleh 75 peserta dari Indonesia dan 4 perwakilan peserta dari Jepang, Korea, Malaysia dan Singapura.
“Kami sengaja memilih Kota Solo sebagai tempat untuk melakukan deklarasi damai ini, karena kami melihat Kota Solo sebagai kota yang pluralistik, namun dapat menjaga keharmonisan berbagai macam perbedaan yang ada di dalamnya,” ungkap Ketua Fatayat Nahdatul Ulama, Ratu Dian Hatifah kepada wartawan, Kamis (29/4).
Dian menambahkan, Kota Solo adalah sebuah kota dengan beragam suku budaya dan perbedaan agama. Namun Solo dinilai mampu menjaga kondisi toleransi yang tinggi antar umat beragama. Tak hanya itu, warganya mampu menyikapi berbagai kepentingan yang berbeda, yang rentan terhadap konflik.
“Kami menjadikan Solo sebagai proyek percontohan perdamaian. Dimana berbagai macam kalangan masyarakat dengan berbagai macam keberagaman suku dan perbedaan agama dapat hidup rukun dan berdampingan di kota ini,” paparnya.
Sementara itu, Direktur Regional Global Peace Youth Program untuk wilayah ASEAN, Michael Zablan mengungkapkan, bahwa saat ini Indonesia menjadi contoh perdamaian bagi dunia internasional, karena mampu belajar memecahkan konflik yang selama ini terjadi. Terutama, kata Michael, konflik yang melibatkan banyak kepentingan dan konflik yang melibatkan permasalahan lintas agama.
Menurut Michael, cara yang tepat untuk mewujudkan perdamaian adalah dengan mengedepankan pendekatan budaya dan meningkatkan toleransi antar umat beragama.
“Ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan perdamaian. Yang terpenting adalah dengan melakukan pendekatan budaya dan dialog, yang dilakukan secara terus m enerus antar agama. Hal ini penting untuk meredakan ketegangan konflik yang saat ini sering terjadi,” ungkapnya. (ina)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




