SOLO—Puncak arus mudik Lebaran ke Solo diprediksi terjadi Rabu (8/9) hari ini atau H-2. Pasalnya, sampai H-3 Lebaran, Selasa (7/9), jumlah pemudik terus memadati Stasiun Solo Balapan dan Purwosari dengan volume pemudik yang terus meningkat. Volume pemudik juga melonjak di Terminal Tirtonadi Solo.
Sementara itu, lonjakan pemudik dengan kendaraan pribadi juga terus meningkat. Pantauan Joglosemar di jalur mudik utama di Solo, sedikitnya, 500 kendaraan bermotor melintas/15 menit. Sedangkan pemudik dengan mobil pribadi sekitar 100 unit/15 menit.
Pemudik yang turun di Stasiun Purwosari melonjak dua kali lipatnya pada H-5 Lebaran. Humas Stasiun Purwosari, Jaka Mulyana, mencatat, pada H-5 Lebaran, jumlah pemudik yang turun di Stasiun Purwosari mencapai 1.876 penumpang. Sedangkan pada H-4 atau Senin (6/9) lalu meningkat menjadi 2.786 penumpang.
Memasuki H-3, hingga pukul 12.00 WIB, kemarin jumlah pemudik yang turun di Stasiun Purwosari sudah mencapai 570 penumpang. Jumlah ini terdiri dari penumpang kereta api (KA) Senja Bengawan jurusan Jakarta-Solo sebanyak 400 orang dan penumpang KA Kahuripan jurusan Bandung-Kediri sebanyak 170 penumpang.
”Jumlah penumpang kedua kereta ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding hari-hari sebelumnya. Kemarin (Senin-red) jumlah penumpang Bengawan masih sekitar 215 orang sedangkan penumpang Kahuripan hanya 56 orang,” ujarnya kepada wartawan.
Lonjakan penumpang juga terjadi di KA Pasundan jurusan Surabaya-Bandung. Memasuki Stasiun Purwosari pukul 11.36 WIB, KA ekonomi ini sudah disesaki penumpang. Akibatnya sekitar 90 calon penumpang yang sudah menunggu di Purwosari tidak dapat terangkut. Untuk mengatasai hal tersebut, PT KA menyiapkan KA Pasundan Esktra Lebaran. Baru sekitar pukul 12.42 WIB, 90 penumpang yang tidak terangkut, diberangkatkan dengan KA Pasundan Ekstra Lebaran itu.
Kedatangan para pemudik kemarin, juga diwarnai keterlambatan KA Senja Bengawan yang seharusnya sudah masuk Stasiun Purwosari pukul 06.57 WIB baru tiba pukul 09.06 atau mengalami keterlambatan selama dua jam.
Menurut Jaka, keterlambatan ini bukan disebabkan adanya masalah teknis namun karena proses menaikkan dan menurunkan penumpang di setiap stasiun yang butuh waktu lama.
Lonjakan pemudik juga tampak di Stasiun Solo Balapan. Sejak H-7 hingga H-4 Lebaran total jumlah pemudik yang turun di Stasiun Solo Balapan sudah mencapai 11.989 orang. Jumlah ini didominasi oleh penumpang Argo Lawu, Argo Dwipangga, Lodaya, dan Senja Utama.
Menjelang lebaran, jalur mudik di wilayah Solo juga mulai dipadati pemudik dengan kendaraan bermotor dan mobil pribadi. Volume pemudik dengan kendaraan bermotor mencapai 500 unit/15 menit. Sedangkan volume pemudik dengan mobil pribadi mencapai 100 unit/15 menit.
Kepadatan arus mudik di jalur mudik Solo itu tampak pada H-3, Selasa (7/9) di wilayah jalur Mojosongo. ”Peningkatan ini paling banyak terjadi pagi hari, yakni sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Para pemudik rata-rata berasal dari Jawa Timur, dengan tujuan mudik ke Semarang dan Yogyakarta.
Sedangkan jumlah pemudik yang menumpang melalui jasa penerbangan di Bandar Udara Internasional Adisoemarmo, Surakarta, mencapai puncaknya pada H-2 Lebaran 2010.
Duty Manager Bandara Internasional Adisoemarmo Surakarta, Edi Martono, Selasa (7/9) mengatakan, pemudik yang menggunakan jasa penerbangan di Bandara Adisoemarmo, puncaknya sudah diketahui yakni sebanyak 1.387 penumpang.
Ia menjelaskan, untuk pengangkutan penumpang selama momen Lebaran tahun ini, bandara menambah empat penerbangan mulai tanggal 11 hingga 14 September 2010. Penerbangan ekstra tersebut disediakan oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia.
Jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor diperkirakan juga masih sangat tinggi. Dinas Pehubungan, Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah mencatat lebih dari 70.000 sepeda motor yang ditumpangi pemudik dari wilayah barat telah memasuki provinsi ini, hingga tiga hari menjelang Lebaran 2010. (apl/nie/ant)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







