Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Soal UN Dititipkan di Mapolsek

Senin, 29/03/2010 09:00 WIB - ono/bns/yok/tam/lim/mal/son

BOYOLALI—Sebanyak 97.054 siswa SMP di wilayah eks-Karesidenan Surakarta secara serentak mulai mengikuti Ujian Nasional (UN), Senin (29/3), hari ini. Terkait hal itu, masing-masing daerah mengantisipasi terjadinya kebocoran soal. Guna mengamankan naskah soal yang merupakan rahasia negara, sejumlah daerah menitipkan di Mapolsek.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali, akhirnya membuat posko tersendiri di Kecamatan Juwangi khusus untuk menghadapi UN SMP.

Langkah tersebut ditempuh karena lokasinya yang jauh dan kondisi jalan rusak parah. “Tetapi karena kendala jalan rusak berat dan cuaca, kami khawatir naskah-naskah ujian itu akan terlambat sampai, terutama untuk tiga SMP yang ada di Kecamatan Juwangi yang jaraknya sekitar 10 kilometer dari Sub Rayon 7,” ujar Sunarto, Ketua Panitia Penyelenggara UN Disdikpora Boyolali, Sabtu (27/3).
Naskah-naskah soal UN itu nantinya menurut Sunarto akan dititipkan di Polsek setempat. Mengenai kendala cuaca, Sunarto mengakui terdapat tiga box soal yang sempat kehujanan. “Tiga box sempat kehujanan memang, tetapi tidak sampai rusak karena di soal-soal itu dibungkus dengan plastik,” terang dia.
Ada pun peserta UN di Boyolali, sebanyak 15.175 siswa dari 128 sekolah, baik SMP, MTs, SMP Luar Biasa dan SMP Terbuka. Kemudian, untuk Solo, peserta UN sebanyak 11.825 siswa baik SMP swasta maupun negeri. Minggu (28/3), Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta, Budi Suharto melakukan pemantauan di SMPN 15 Surakarta.
Pihaknya menekannya pelaksanaan UN SMP dan sederajat harus belajar dari evaluasi pelaksanaan UN SMA/sederajat, lalu. “Seperti waktu penyaluran berkas ujian antara satu sekolah dengan sekolah lainnya. Ini perlu kita waspadai agar pola ini tidak dimanfaatkan,” ujar dia, Minggu (28/3) malam.
Terkait kasus tercecernya Lembar Jawaban Komputer (LJK) yang terjadi pada UN SMA, pihaknya berharap kasus tersebut tidak terulang kembali. “Upaya preventif itu dilakukan sebelum ujian berlangsung dan preventifnya pada saat UN,” lanjut dia.
Kepala Disdikpora Kota Surakarta, Rakhmat Sutomo meminta siswa untuk tidak percaya dengan beredarnya isu-isu bocornya jawaban UN. “Hiraukan saja. Orangtua harus lebih mendukung secara mental putra-putri meeka,” ujarnya singkat.
Untuk peserta UN SMP di Sragen sebanyak 14.095 siswa. “Jumlah peserta UN SMP tahun ini ada sebanyak 14.095 siswa dari 113 sekolah. Kalau bicara target maunya lulus 100 persen karena tahun lalu untuk kelulusan SMP hanya 99,7 persen,” kata Gatot Supadi,  Kepala Dinas Pendidikan Sragen, Sabtu (27/3).
Kemudian, di Karanganyar jumlah peserta UN sebanyak 12.153 dan selain itu ada 17 sekolah yang menggabung saat mengikuti ujian. Dari Klaten dilaporkan sebanyak 17.866 mengikuti UN yang akan menggunakan 951 ruang ujian. Selanjutnya, di Sukoharjo ada 11.143 siswa SMP mengikuti UN. Terakhir di untuk Wonogiri UN SMP diikuti 14.797 siswa. (ono/bns/yok/tam/lim/mal/son)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :