SOLO—Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sma sederjat di wilayah Solo dan eks-Karesidenan Surakarta, Senin (22/3) bermasalah. Naskah Soal UN tertukar dan puluhan siswa tidak mengkikuti UN (absen).
Kesalahan tertukarnya soal UN terjadi di Kabupaten Wonogiri. Siswa di SMA N 1 Wonogiri salah satu jurusan IPA mendapati isi soal pelajaran Bahasa Indonesia yang berbeda dengan soal untuk siswa jurusan IPA yang lain. Tim pengawas dari Provinsi pun kebingungan.
Setelah ditelusuri, soal tersebut merupakan soal cadangan mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA jurusan Bahasa. Tertukarnya naskah soal itu, akibat tindakan panitia UN yang salah mengambil naskah soal di ruang pengumpulan soal. Kebetulan SMA 1 merupakan menjadi lokasi pengambilan naskah soal untuk sekolah-sekolah lain di Wonogiri.
”Maunya tadi berhati-hati dalam pengambilan soal. Tapi saking hati-hatinya malah keliru mengambil,” ungkap Dewi Kusumaningsih, pengawas UN dari Provinsi Jateng
Selain sempat tertukar, pengawas juga menemukan tiga lembar soal UN yang rusak. Beberapa di antaranya tidak terbaca karena tertutup tinta hitam.
Di Karanganyar, siswa dan pengawas dibuat bingung dengan kode Lembar Jawab Komputer (LJK) yang keliru.
”Untuk jadwal hari ini ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia tetapi di LJK tertera juga kode teori kejuruan, para peserta ujian SMK jadi bingung untuk mengarsir kode tersebut,” keluh Yusuf, Koordinator Tim Pemantau Independen (TPI) Karanganyar.”
Pihak pantia UN pun tak bisa berkelit dengan temuan itu. ”Masalah itu sudah kami klarifikasi ke panitia provinsi. Memang di LJK ada kode sendiri untuk tiap mata pelajaran dan teori kejuruan, karena hari ini yang diujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia jadi kolom teori kejuruan tidak usah diarsir oleh para peserta ujian,” tukas Sugiyarto, Wakil Ketua I Panitia UN Kabupaten Karanganyar.
Persoalan bertambah lagi. Soetanto Ketua Panitia UN SMKN 2 Karanganyar, mengungkapkan, di SMKN 2 Karanganyar ditemukan satu soal yang tidak lengkap. ”Di ruang ujian 10 soal paket B ada satu berkas soal yang tidak ada halaman 11 hingga 14, lalu kami selesaikan dengan meminta TPI membuka segel soal cadangan,” tuturnya.
Sementara itu, pelaksanaan UN hari pertama diwarnai ketidakhadiran ratusan siswa dari beberapa wilayah.
Di Solo, data TPI mencatat, 122 siswa absen. Dari 122 siswa terdiri dari 77 siswa SMA dan 45 siswa SMK. Di Klaten, sedianya peserta UN tercatat 13.658 siswa. Namun saat pelaksanaan hari pertama, 32 siswa absen. Rata-rata absen karena sakit. Satu di antaranya absen tanpa alasan dan dikabarkan pergi ke Jakarta.
Hal yang sama juga terjadi di Sragen. Sebanyak 13 peserta UN absen pada hari pertama pelaksanaan UN. Ketua Tim UN Kabupaten Sragen, Turdiyanto, mengatakan peserta yang tidak ikut UN itu terdiri dari tiga siswa SMA dan 10 siswa SMK. Mayoritas di antaranya beralasan sakit namun ada pula yang mengundurkan diri.
”Untuk tiga peserta dari SMA karena meninggal dunia, kecelakaan dan sakit. Kalau peserta SMK yang tidak ikut rata-rata alasannya sakit tapi ada satu yang mengundurkan diri,” paparnya kepada Joglosemar.
Sedangkan di Boyolali, dilaporkan 27 siswa tak ikut UN dan di Wonogiri, 15 siswa absen. (son/tam/yok/ono/bns/mal/nun)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




