Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Skutik Retro Modern yang Menggoda

Kamis, 11/03/2010 09:00 WIB - Rachmadhani Fitriastuti

Pasaran motor matik di Tanah Air, termasuk Kota Solo, kian meluas. Dari tahun ke tahun angka penjualannya pun terus mengalami peningkatan dan mulai mengejar pasaran motor bebek. Kalau dulu orang masih menjadikan motor matik sebagai motor kedua atau alternatif, kini banyak yang telah menjadikannya motor utama. Motor matik ini memang jenis yang bisa digunakan siapa saja, mulai dari laki-laki, perempuan, anak muda, hingga orang tua.
Maka tak heran jika akhirnya pabrikan pun berlomba-lomba untuk mengeluarkan varian terbaru ataupun teknologi teranyar dari skuter matiknya. Salah satu pabrikan yang tampak serius menggarap pasar matik adalah Honda.
Buat melengkapi senjatanya, kini Honda menelurkan Scoopy-i. Namun sayangya bukan Astra Honda Motor sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATM) motor Honda di Indonesia yang memproduksi Scoopy-i, melainkan Honda Thailand. Tapi bagi Anda pecinta motor matik jangan khawatir, karena kini PT Pratama Kurnia Kasih, sebagai salah satu dealer Honda di Solo, telah mengimpor langsung skuter matik (skutik) dari Thailand ini.
Scoopy-i yang basis pertamanya dikembangkan di Jepang pada 1992, merupakan skutik yang mengarah pada kebutuhan gaya hidup. Bentuknya sangat berbeda dengan skutik-skutik asal Jepang yang sudah lebih dulu hadir.
Bisa dikatakan skutik ini mengusung konsep modern retro. Ini sangat tampak pada desain bodinya dengan potongan membulat dan aksesoris lampu maupun kaca spion yang sangat khas tahun 70-an. Meskipun tampil dengan konsep retro bukan berarti Scoopy-i ini bisa dikatakan jadul ataupun kuno. Tampilan luar Scoopy sangat menggoda dengan tubuh yang membulat, baik di bagian bodi, lampu utama hingga kaca spion. Desain ini membuatnya terlihat sangat segar.
Honda secara jenius bisa mengombinasikan antara gaya retro, modern serta modis berkelas. Ditambah lagi dengan warna-warni varian yang heboh yang dapat mewakili personalisasi diri. Scoopy-i mampu tampil manis, menyenangkan sekaligus terkesan eksklusif.
Dengan tampilan seperti ini tentu bukan generasi jadul yang disasar melainkan para remaja dan generasi muda. Dan sangat memungkinkan menjadi alternatif pilihan di mana saat ini seluruh motor skutik yang ada masih bergaya konvensional ataupun futuristik.
“Scoopy-i ini memang benar-benar skuter matik yang lain dari pada yang lain. Tampilannya retro tapi terkesan eksklusif. Warna-warnanya juga tampil lebih berani, seolah-olah bisa mewakili pribadi penggunanya,” ujar Koordinator Cabang PT Pratama Kurnia Kasih Solo, Dani Yulianto, kepada Joglosemar, Rabu (10/3).
Tak tanggung-tanggung, tiga model langsung disodorkan yaitu Fun, Cute dan Prestige. Untuk tipe Fun terdiri dari warna black-red, white-red, dan pink-white. Sedangkan tipe Cute ada dua pilihan warna yaitu pink-white dan green-white. Untuk tipe Prestige sendiri Anda bisa memilih antara warna black-brown atau white-brown.
Dari sisi mesin, Scoopy-i mengusung mesin 4 tak berkapasitas 110cc. Mesin tersebut dilengkapi dengan pendingin air dan sistem injeksi. Dengan sistem injeksi ini membuat Scoopy-i menjadi irit bahan bakar. Skutik ini diklaim hanya butuh 1 liter bensin untuk berjalan sejauh 49 kilometer (km).
“Inilah kelebihan lain dari Scoopy-i, sangat irit bahan bakar karena sudah menggunakan sistem injeksi. Dengan sistem injeksi ini tidak akan ada bahan bakar yang terbuang percuma karena tidak perlu disemportkan dulu ke karburasi,” terang Dani. (Rachmadhani Fitriastuti)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :