Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Siswa Tawuran Sudah Berdamai

Senin, 22/03/2010 09:00 WIB - ono

BOYOLALI—Tawuran antarpelajar SMK Ganesha Tama dan SMK Muhammadiyah 04 Boyolali diduga dipicu adanya provokator. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali bahkan sampai memanggil kedua belah pihak untuk menyelesaikan kasus tersebut, Sabtu (20/3).
Kepala Disdikpora Boyolali, Mulyono Santoso menyatakan, dari pertemuan itu kedua belah pihak sepakat berdamai dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulanginya lagi.“Semua sudah saling menyadari dan memaafkan, sudah clear dan akan konsen menghadapi ujian nasional (UN) Senin (22/3),” ujar Mulyono.
Menurut dia, tawuran antarpelajar kedua SMK tersebut diindikasikan adanya provokasi dari pihak lain. Hal itu menurutnya juga disadari oleh kedua belah pihak. Sehingga mereka sudah saling minta maaf dan sepakat berdamai.
Dalam pertemuan itu, pihak Disdikpora mengundang para kepala sekolah kedua belah pihak, termasuk pembina OSIS, Wakasek bidang kesiswaan, pengurus OSIS. Selain itu juga dihadiri dari Polres Boyolali dan Dewan Pendidikan.
Mulyono menegaskan, dari pertemuan itu disepakati komitmen untuk tidak membuat onar lagi, khususnya saat pelaksanaan UN. Sedangkan mengenai penyebab tawuran antar siswa tersebut, Mulyono mengatakan, karena tersinggung akibat adanya tulisan yang salah satunya di dinding SMK Ganesha Tama. Tulisan itu antara lain berbunyi, ”Barkab Siap Tempur”.
Tulisan itulah yang menjadi penyebab terjadinya tawuran pelajar itu. Namun, sebenarnya tulisan-tulisan tersebut banyak dijumpai di sejumlah lokasi di Boyolali kota. Tidak hanya di SMK Ganesha Tama.
Sudah Dihapus
Terkait hal itu, pihak SMK Muhammadiyah 04 bersedia untuk membersihkan tulisan-tulisan bernada provokatif tersebut. Meskipun tulisan itu tidak diakui dilakukan oleh siswa mereka.
’Tulisan-tulisan itu sudah kami hapus,” terang Wakil Kepala SMK Muhammadiyah 04, Dwi Astanto.
Sedangkan upaya antisipasi agar tawuran tidak terulang lagi terjadi di Boyolali, Mulyono menyatakan, pihaknya akan membentuk Forum Komunikasi Pembina OSIS dan Forum Komunikasi Pengurus OSIS Boyolali. Forum ini menurutnya diharapkan dapat menjembatani komunikasi antar sekolah sehingga tidak muncul lagi kesalahpahaman seperti kemarin. (ono)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :