SOLO—Untuk meningkatkan pemahaman agama siswanya, SMA Negeri 6 Solo menggelar pesantren kilat. Kegiatan rohani selama tiga hari ini berakhir pada Kamis (25/8).
Menurut Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 6 Solo, Muarifin, selama pelaksanaan pesantren kilat, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja mata pelajarannya diganti dengan pelajaran Agama Islam.
“Jadi selama tiga hari ini, pelajaran sekolah akan kami alihkan ke pelajaran Agama Islam di mana KBM tetap berjalan dan proses pesantren kilat bisa efektif,” jelas Muarifin kepada Joglosemar.
Dalam pesantren kilat ini para siswa diajarkan ilmu agama, mulai dari pengajian, ceramah, tanya jawab, akidah akhlak dan tauhid, serta baca tulis Alquran. Semua materi dan guru pengajarnya diserahkan kepada Ponpes Ta’mirul Islam.
“Pesantren kilat ini merupakan salah satu cara untuk penanaman agama siswa. Kita mulai dari fikih, akidah akhlak agar siswa SMAN 6 bisa lebih disiplin dan patuh aturan. Jadi selama tiga hari mengikuti pesantren kilat siswa memang diasah untuk disiplin tinggi dan patuh terhadap aturan,” urainya.
Selain materi keagamaan, pihak Ponpes Ta’mirul Islam juga memberikan pelajaran ekstra, yaitu pengajaran Bahasa Arab dan Inggris yang merupakan ciri khas dari Ponpes ini.
Koordinator pelaksana pesantren kilat, Ustaz Anis Muhammad, menambahkan, pihaknya sengaja memadatkan jadwal kegiatan. “Porsi belajar Alquran kami berikan sebanyak empat kali dalam sehari, yaitu pagi setelah salat Subuh, siang setelah salat Zuhur, serta menjelang buka puasa dan setelah salat Isya,” terang Anis.
Angga Purnama
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




