Animo sineas muda Kota Solo mengikuti coaching clinic yang digelar oleh Metro TV dalam rangka Roadshow Eagle Awards Documentary Competition 2010 yang dilaksanakan di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Kamis (11/3) sangat menggembirakan.
Harapan penyelenggara untuk menarik sineas muda Kota Solo untuk mengangkat berbagai potensi sosial yang ada di Kota Bengawan agaknya mendapatkan sambutan positif. Hal tersebut terlihat saat pembekalan hari pertama yang diisi dengan kiat-kiat pembuatan proposal untuk pembuatan film dokumenter dalam Eagle Awards Documentary Competition 2010
“Alhamdulillah animo sineas muda di Solo sangat baik dan kami tidak menyangka akan sebanyak ini. Kami memang berharap akan muncul sineas muda dari Kota Solo yang mampu mengembangkan dunia perfilman dokumenter di Indonesia,” ungkap Produser Eagle Awards 2010, Jastis Rimba, kepada Joglosemar saat di temui disela-sela Coaching clinic.
Sementara itu, Manajer Supervisor Eagle Awards Documentary Competition (EADC), Lianto Luseno, mengungkapkan, kendala yang sering muncul dalam pembuatan film dokumenter biasanya sineas muda kurang memperhatikan pangsa pasar serta kurang mencermati perbedaan film dokumenter dengan fiksi.
“Segala permasalahan itu tuntas ketika kita berhasil memilah antara film fiksi dan dokumenter. Film dokumenter lebih condong masuk dalam kehidupan sosial yang nyata. Kadang timbul permasalahan dalam proses pembuatan film namun itu wajar. Yang pasti, Tidak ada yang tidak mungkin ketika kita telah total dalam sebuah pembuatan karya,” terangnya. (bns)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







