Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Sidang Pencabutan UU Penodaan Agama Diwarnai Pemukulan

Kamis, 25/03/2010 09:00 WIB - dtc

JAKARTA—Sidang permohonan pencabutan UU No Tahun 1965 tentang penodaan agama di Mahkamah Konstitusi (MK) diwarnai aksi pemukulan. Pemukulan tersebut dialami pengacara pemohon.
Kejadian tersebut bermula saat rehat sidang di MK, sekitar pukul 12.00 WIB, beberapa kuasa hukum pemohon UU sedang makan siang di kantin. Kemudian usai makan, Uli Parulian dan Nurcholis Hidayat memilih keluar kantin lebih dulu. Saat keluar, mereka melihat beberapa yang mengenakan baju putih mulai mendekat. Hinaan dan bentakan mulai keluar dari orang-orang berjubah putih itu.
“Uh, ada bau setan dan bau babi neh,” ujar Nurcholis menirukan hinaan mereka, saat jumpa pers di kantor LBH, Rabu (24/3).
Bukan hanya dihina, Uli dan Nurcholis juga mengaku sempat mendapat kekerasan fisik dari orang-orang tersebut. “Ada yang nendang kaki saya dan jika dikasih lihat lagi, saya masih ingat siapa yang nendang saya,” paparnya.
Noval, staf dari Persatuan Gereja Indonesia yang kebetulan melintas juga ikut mendapat intimidasi serupa. Kamera miliknya sempat akan direbut. Ia juga sempat dipukul dan dicekik oleh beberapa orang itu.
Sidik dari LBH juga mendapat pukulan serupa. Bahkan usai ia mengecek ke RS, dokter berkesimpulan kemungkinan ada gumpalan darah di kepala. “Tapi hasil lengkapnya belum keluar, itu baru kesimpulan dari dokter umum,” keluh Sidik.
Bahkan kendaraan Garin Nugroho yang diundang oleh MK sebagai saksi ahli juga ikut dirusak. “Ini sebuah pukulan bagi MK, bagaimana Garin yang diundang oleh MK justru tidak bisa dijamin keselamatannya,” ujar Choirul Anam.
Anam menduga ada orang yang memang sudah lama menginginkan kejadian ini. Pasalnya, orang yang menyerang mereka adalah orang yang juga pernah meludahi Anam di WC MK. “Atribut yang serang kami atributnya sangat mirip dengan FPI,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Gambir, Kompol Yossy Runtukahu membenarkan adanya pemukulan. “Benar, tadi siang ada pemukulan oleh beberapa orang. Hingga malam ini, belum ada yang diproses atau dimintai keterangan. Kami masih menunggu laporan korban,” kata Yossy.  (dtc)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :