WONOGIRI—Sutiyem (74), warga Desa Janggelan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo ditemukan tewas dalam keadaan telanjang di lereng Gunung Widodaren, Desa Sendang Ijo, Selogiri, Wonogiri, Senin (4/1). Pertama kali, jasad Sutiyem ditemukan oleh seorang pencari rumput, Loso, yang kemudian langsung melapor ke perangkat desa setempat.
“Setelah itu, laporan diteruskan ke Polsek Selogiri,” ujar Camat Selogiri, Bambang Hariyanto, Senin (4/1).
Menurut pengakuan Loso, saat ditemukan jasad Sutiyem membujur ke arah barat sudah dalam keadaan telanjang. Polisi yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Kasatreskrim, AKP Sugiyo mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Nanang Avianto mengatakan, penyidik menemukan luka di kepala dan bagian tubuh lainnya. Tapi diyakini, luka-luka itu murni karena terbentur benda keras dan tergesek benda keras. “Kemungkinan korban terperosok ke jurang lalu meninggal,” katanya.
Sebelum ada pihak yang melaporkan kehilangan anggota keluarga, Polisi sempat kebingungan mengungkap identitas korban. Sempat dikira korban adalah orang yang mengalami gangguan jiwa atau gelandangan. Ini diperkuat pengakuan warga sekitar yang sejak lima hari melihat nenek itu di sekitar Sendang Ijo.
“Setelah berkoordinasi dengan Polres Sukoharjo, baru terungkap bahwa korban adalah warga Nguter, karena ada warga yang mengadu kehilangan anggota keluarga sejak 10 hari lalu,” jelas Sugiyo.
Setelah menyaksikan sendiri jasad korban, akhirnya perwakilan keluarga korban mengakui bahwa korban benar-benar anggota keluarganya yang hilang 10 hari lalu. Menurut pengakuan keluarga korban, Sutiyem memang sudah lama mengalami kepikunan. (son)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







