Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Sensus Penduduk Dimajukan

Sabtu, 27/03/2010 09:00 WIB - ono

BOYOLALI—Untuk mengejar pelaksanaan Pilkada bulan Mei mendatang, sensus penduduk di Kabupaten Boyolali dimajukan bulan April. Padahal, menurut jadwal, sensus baru akan dilaksanakan pertengahan bulan Mei.
“Tetapi saat itu berbarengan dengan Pilkada, sehingga sensus dipercepat dan dimajukan mulai tanggal 22 April,” ujar Kepala Badan Statistik Kabupaten Boyolali, Sri Aryanto,  Jumat (26/3).
Kepada wartawan, Sri Aryanto mengatakan pihaknya sudah menyiapkan petugas sensus dari 19 kecamatan di Boyolali. Para calon petugas sensus tersebut direkrut dari berbagai kalangan melalui seleksi tingkat desa.
Sebanyak 1.812 calon petugas sensus akan mengikuti pelatihan selama empat hari ke depan. Mereka diberikan pelatihan kualitas pendataan penduduk yang akurat. Sehingga diharapkan dapat menghasilkan data sensus yang berkualitas.
Sementara itu, Sekda Boyolali, Daryono mengungkapkan ketersediaan data kependudukan yang akurat sangat mempengaruhi iklim investasi. Selain itu, data kependudukan juga berpengaruh terhadap pembangunan Boyolali. Pasalnya, data sensus menjadi dasar pembuatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) serta Rancana Umum Tata Ruang dan Rencana Umum Tata Wilayah, untuk menentukan arah pembangunan di daerah.
“Investor kan melihat keakuratan data kependudukan sebelum memutuskan akan menanam modal atau tidak,” terang Daryono.
Dia mengungkapkan, nilai investasi setahun lalu hanya mencapai Rp 598 miliar. Padahal target investasi yang masuk ke Boyolali ditargetkan hingga Rp 2 triliun. Belum tersedianya data kependudukan yang akurat menurut dia turut mempengaruhi capaian nilai investasi di Boyolali.
Untuk itu pihaknya meminta supaya dalam sensus kependudukan ini, agar tercapai data yang akurat. Sehingga akan mendukung kebijakan investasi di Boyolali. Hal ini dimaksudkan agar tercapai pertumbuhan ekonomi hingga lima persen per tahun.
“Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, perlu didukung dengan kebijakan yang pro investasi, kebijakan itu sangat terkait dengan data-data kependudukan yang akurat,” imbuh Daryono. (ono)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :