Bagi Gigok Anurogo, salah satu tokoh pendiri Teater Surakarta (Tera) ini menganggap seni adalah ibadah. Dengan anggapan demikian, loyalitas Gigok dalam seni tidak diragukan lagi. Bahkan bisa dibilang hidupnya pun diabdikan untuk seni. ”Bagi saya seni itu ibadah, sehingga saya mengabdikan diri di seni seperti ketika saya beribadah,” tutur Gigok saat ditemui Joglosemar di Wisma Seni Surakarta beberapa waktu lalu.
Dalam menjalani aktivitas seninya sehari-hari, Gigok melakukan semuanya dengan ikhlas. Bahkan dalam mengabdikan diri dalam dunia seni, tidak harus diukur dengan materi. Bagi lelaki tiga putra tersebut, kepuasan hati lebih dari segalanya. ”Saya tidak melihat segalanya lewat materi. Ketika pentas pun kadang dibayar dan kadang juga tidak dibayar. Namun saya tidak menomersatukan materi,” imbuhnya.
Gigok yakin apa yang dilakukannya itu pasti akan bermanfaat dalam hidupnya. Berkat kerja kerasnya di dunia seni, Gigok pun sangat bersyukur karena bisa menyekolahkan ketiga putranya hingga ke bangku perguruan tinggi. ”Ternyata kalau segala sesuatunya dijalani dengan ikhlas, mampu mendatangkan rezeki tersendiri bagi saya,” ujar lelaki yang kini sedang menyiapkan pertunjukan yang disutradarainya, yaitu Ketoprak Garap dengan judul Darmaning Satria. (dui)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |






