Ujian Nasional (UN) SMA sederajat di Solo dan sekitar berjalan relatif lancar hingga hari kedua pelaksanaan. Sejauh ini tidak ada permasalahan yang berarti atau problem yang dapat membuat cacat pelaksanaan UN. Kalau pun ada persoalan yang cukup serius, terjadi di Wonogiri. Pada hari pertama terjadi kasus yang sempat membuat bingung pengawas yakni tertukarnya soal UN di SMAN 1 Wonogiri. Beberapa siswa jurusan IPA SMAN 1 Wonogiri mendapatkan soal pelajaran Bahasa Indonesia yang berbeda dengan siswa jurusan IPA lainnya. Tapi setelah dicek ternyata soal tertukar dengan soal cadangan Bahasa Indonesia milik siswa jurusan Bahasa.
Di Karanganyar, siswa dan pengawas dibuat bingung dengan kode Lembar Jawab Komputer (LJK) yang keliru. Pada lembar jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia tertuliskan kode teori kejuruan. Kemudian ada masalah soal tidak lengkap dan problem klasik yakni ketidakhadiran peserta UN yang jika ditotal jumlah mencapai ratusan siswa. Di Solo, setidaknya ada 122 siswa absen pada hari pertama, di Klaten 32 siswa absen, di Sragen 13 siswa tak mengikuti UN, di Boyolali 27 siswa dan di Wonogiri ada 15 siswa yang tidak hadir pada hari pertama.
Dari temuan-temuan hari pertama pelaksanaan UN itu, kita berharap ujian nasional tahun ini berjalan lancar. Meski pun demikian, kita tetap harus mewaspadai dengan berbagai isu tentang kebocoran soal. Kendati hanya isu, kebenaran informasi itu harus ditelusuri. Dalam ini semua komponen masyarakat dan pemerintah harus bahu-membahu untuk mencegah praktik-praktik curang semacam ini.
Terakhir, ujian nasional bukanlah segalanya. Jika pun tak lulus UN bukan akhir dai segalanya. Hal yang terpenting dari sebuah pendidikan adalah bagaimana siswa bisa berproses sehingga apa yang didapat di bangku sekolah bisa berguna bagi kehidupannya, baik berguna secara ekonomi atau dalam bidang kehidupan lain.
Di sisi lain, pemerintah juga harus membuat program antisipasi jikalau banyak siswa di suatu daerah banyak yang tidak lulus. Memang sudah ada pilihan untuk mengikuti ujian penyetaraan paket C, tapi yang terpenting adalah meyakinkan siswa bahwa tak lulus UN bukan berarti kiamat. (***)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




