Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Selandia Baru Berbenah Pascagempa 7,1 SR

Senin, 06/09/2010 09:00 WIB - oke

CHRISTCHURCH—Porak-poranda akibat gempa bumi yang mengguncang selatan Selandia Baru, Sabtu (4/9), mulai dibenahi. Pemerintah setempat berusaha menanganinya dengan mengaktifkan berbagai kebutuhan sanitasi, seperti listrik dan air.
Banyak jalan yang tidak bisa diakses akibat puing-puing bangunan, pasokan gas, dan saluran air yang luber menutup jalanan.
Setidaknya 500 gedung, termasuk 90 properti pusat kota, hancur lebur menyusul gempa 7,1 skala richter (SR) yang mengguncang. Namun, masih ada beberapa bangunan lainnya yang hanya rusak ringan.
Walikota Christchurch, Bob Parker berkomitmen untuk membenahi semuanya, Minggu (5/9). “Listrik di Kota Christchurch, saat ini telah pulih hingga 90 persen. Pasokan air sudah mulai menyala walau baru 15-20 persen,” kata Parker, seperti dikutip Reuters.
Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru John Key mengungkapkan keheranannya sekaligus bersyukur. Bagaimana tidak, gempa berkekuatan 7,1 SR yang meluluhlantakkan Kota Chirstchurch sama sekali tidak menelan korban jiwa.
“Ini adalah keajaiban. Tidak ada yang tewas,” ujar John Key, saat meninjau lokasi kejadian di Kota Chirstchurch.
Namun diakuinya, memang terdapat warga yang mengalami luka ringan hingga luka parah. Dia mengatakan, sebagian dari alasan kota besar lolos luka karena gempa terjadi sebelum fajar, di mana warga banyak yang melakukan aktivitas di luar gedung.
“Jika ini terjadi lima jam sebelumnya atau lima jam kemudian (ketika banyak orang adalah di kota itu), maka akan terjadi pembantaian mutlak kehidupan manusia,” katanya, kepada TV One News.
Profesor Geologi Mark Quigley dari Universitas Canterbury menjelaskan, gempa itu disebabkan oleh tabrakan antara lempengan di Pasifik. “Lempengan Pasifik tabrakan dengan lempeng tektonik Australia,” kata Quigley. (oke)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :