SOLO—Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tumenggungan 28 Solo, telah mengajukan proposal pengajuan anggaran Rp 250 juta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta. Nantinya dana tersebut akan digunakan untuk merenovasi tiga bangunan sekaligus mulai dari kelas I, II dan III.
Kepala SDN Tumenggungan 28, Zubaidah mengharapkan di bulan Februari ini, dana tersebut segera cair digunakan untuk perbaikan fisik gedung yang telah rusak.
“Kami telah ajukan proposal sebesar Rp 250 juta, entah mau berapa kisaran nilai yang disetujui saya menurut saja. Mudah-mudahan pada bulan ini dana segera cair untuk segera memperbaiki gedung kelas sekolahan yang telah rusak,” tandasnya kepada Joglosemar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Surakarta, Agus Witiarso mengemukakan DPU telah mendapatkan laporan tentang kondisi SDN Tumenggungan 28. Untuk saat ini, pihaknya masih melakukan beberapa evaluasi secara keseluruhan dan menunggu pencairan dana dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Surakarta. “Kami telah berkoordinasi dengan DPPKAD Kota Surakarta. Data tentang kerusakan telah kami pelajari, ada tiga kelas yang mengalami bobot kerusakan yang berbeda,” paparnya ketika dihubungi Joglosemar, Kamis (11/2).
Terkait masalah pengajuan proposal, Zubaidah hanya bisa berharap kebijaksanaan dari Pemkot Solo. Fakta di lapangan telah menunjukkan beberapa poin penting yang harus segera ditanggulangi. Bangunan SDN Tumenggungan yang tidak layak pakai terpaksa masih digunakan mengingat kondisi yang tidak memungkinkan. ”Sudah dari dulu sebenarnya bangunan tersebut tak layak pakai, kondisi tersebut memaksa kita untuk tetap memfungsikannya walaupun berisiko tinggi,” lanjutnya.
Menunggu pencairan dana yang diajukan oleh SDN Tumenggungan, pihak sekolah tetap menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) yang sementara dilakukan sistem rolling. Murid kelas III terpaksa belajar di ruangan musala. (bns)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







