Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

SBY Target Teroris Aceh

Rabu, 17/03/2010 09:00 WIB - dtc/oke/sus

ACEH—Dua teroris yang tewas diberondong di Aceh, Enceng Kurnia alias Jaja alias Umar Yusuf dan Pura Sudarma alias Mutaqin, sudah lama diincar. Pasalnya, dua orang yang kini jasadnya masih berada di RS Polri Sukanto, Jakarta terlibat dalam rencana pengeboman di Kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mereka merupakan kelompok teroris jaringan Jatiasih, Bekasi.   
“Keduanya ikut terlibat dalam rencana pengeboman kediaman Presiden,” kata Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD) dalam sambutan di Markas Polsek Leupung, Aceh Besar, seperti dikutip vivanews.com Selasa (16/3).

Menurut BHD, dua teroris yang ditembak mati dalam pengepungan di lokasi yang tak jauh dari Mapolsek Leupung itu, sudah lama buron atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Mereka juga kelompok jaringan Jatiasih. Mereka ini DPO karena terlibat dalam rencana pengeboman di Cikeas (kediaman pribadi SBY),” ujar BHD.
Dalam kunjungannya di Aceh, Kapolri diterima Gubernur NAD Irwandi Yusuf, menyempatkan untuk mendatangi Markas Polsek Leupung, Aceh Besar. BHD bersama Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi dan Kepala Divisi Humas Irjen Pol Edward Aritonang. “Kita belum tahu berapa lama akan operasi di Aceh ini, nanti kita akan rapat dengan Polda untuk menentukan target operasi kita,” katanya.
Sebelumnya, Kapolri menyatakan pelatihan tempur menggunakan senjata api di pegunungan Aceh mengindikasikan adanya perubahan pola serangan teroris. Polri pun tidak menampik adanya hal ini, termasuk kemungkinan serangan bersenjata. “Ya adalah,” kata Kapolri, Senin (15/3).
Dia menjelaskan, bukti nyata bisa dilihat dari fakta-fakta yang ditemukan di Aceh. “Melihat apa yang mereka lakukan kan kita bisa baca apa yang akan mereka lakukan,” tutupnya.
Terkait jaringan teroris Aceh-Banten ini Polri telah mengamankan 31 tersangka teroris dan tujuh orang ditembak mati. Salah satu gembong teroris yang lama dicari yakni Dulmatin ikut tewas, demikian pula pimpinan ring Banten, Jaja.
Kini, Densus 88 Mabes Polri terus melakukan pengejaran pada pelaku aksi terorisme. Tercatat 14 orang masuk DPO. “Semua kaitannya dengan pelatihan di sana. Dan mereka masing-masing ada yang pernah terlibat kasus Marriott (pemboman Hotel JW Marriot) dan kasus-kasus tindakan kekerasan lainnya,” tuturnya.
Di Solo
Saat ini, lanjut Kapolri, total 38 teroris yang berhasil ditangkap, 31 dalam keadaan hidup dan kini ditahan, sedang tujuh lainnya tewas ditembak. “Untuk 14 yang DPO, mereka membawa senjata api,” tambahnya.
“Kita berharap semua pihak, masyarakat terutama yang berada di Aceh, pemerintahan daerah, camat, secepat mungkin memberikan informasi kepada pihak keamanan apakah Koramil atau pihak kepolisian begitu menjumpai atau ada indikasi orang-orang yang diduga kelompok-kelompok mereka.”
Selain Umar Patek, Mabes Polri kembali merilis tujuh buronan kasus terorisme. Ketujuh DPO itu masing-masing Abu Yusuf alias Mustaqim, Ubaid alias Adi alias Jafar, Ziad alias Deni Suramto alias Toriq, Tono alias Rahmad alias Bayu Seno, Pandu alias Abu Asma, Abu Rimba alias Munir dan Usman alias Gito. Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan mereka bisa segera menyampaikan informasinya ke hot line polisi di 08116809090 atau 08121298686. “Terkait perkembangan penangkapan pelaku yang diduga kelompok teror yang melakukan latihan di Aceh, Polda Aceh telah mengeluarkan tujuh tersangka DPO yang dikhawatirkan keluar dari Aceh atau masih ada di sekitar Aceh,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang, di Jakarta, Senin (15/3).
Kapolri menambahkan, Polri memburu adik dari guru Imam Samudra. “Di sini sedang kita kejar adalah adik dari Jaja yakni Tono,” kata BHD di Markas Polsek Leupung, Aceh Besar, seperti dikutip vivanews.com, Selasa (16/3).
Sementara militer Filipina meyakini buron teroris Umar Patek belum meninggalkan negara itu. Mereka meyakini Umar Patek masih berada di Pulau Sulu, Filipina Selatan yang merupakan basis kelompok Abus Sayyaf. “Dia masih bersembunyi di sana,” kata pejabat militer Filipina, Letnan Jenderal Benjamin D Dolorfino, Selasa (16/3).
Sedang pemerintah AS menyediakan hadiah uang senilai 10 juta dolar AS bagi pihak yang berhasil melumpuhkan Dulmatin alias Joko Pitono. Hadiah serupa juga disediakan bagi pihak yang mampu menghentikan langkah Zulkarnaen, yang kini juga jadi buronan Polri. Zulkarnaen diyakini merupakan otak peledakan bom di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, pada 2003 lalu.
Untuk kepala Umar Patek yang diketahui terlibat dalam bom Bali pada 2002 juga dihargai 1 juta dolar AS. Kemudian, Zulkifli bin Hir yang diduga terlibat rangkaian peledakan bom di Filipna pada 2006, kematiannya diganjar hadiah uang 5 juta dolar AS.
Isnilon Hapilon diduga terlibat penculikan warga negara AS pada 2002, harga kepalanya sama dengan Zulkifli yakni 5 juta dolar AS.
Nama Zulkarnaen muncul pascapenyergapan teroris di Aceh dan Pamulang, Tangerang Selatan. Pengamat teroris Al Chaidar berpendapat, polisi perlu memperhitungkan ketokohan Zulkarnaen. “Zulkarnaen adalah tokoh yang berbahaya setelah Dulmatin, bahkan melebihi Dulmatin,” ujar Al Chaidar.
Al Chaidar menduga, Zulkarnaen hingga saat ini masih berada di wilayah Indonesia, tepatnya di Jawa Tengah. “Di sekitar Solo dan Pemalang. Kalau Umar Patek di bawah lingkaran berbeda dengan Zulkarnaen,” katanya. (dtc/oke/sus)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :