BOGOR—Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak melewatkan final Piala Dunia 2010 antara Spanyol vs Belanda dengan menggelar nonton bareng (nonbar) di Cikeas, Bogor. Di partai puncak untuk memperebutkan gelar sebagai jawara sejagat itu, SBY ternyata mendukung Belanda.
Presiden SBY yang tampil mengenakan kaus polo berwarna merah dengan lambang Garuda di dada kanan dan di dada kiri lambang PSSI, dengan lugas mengulas pertandingan dua tim yang sama-sama belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia ini.
“Di atas kertas Spanyol lebih diunggulkan,” ujar SBY saat ditanya presenter Ricky Jo yang disiarkan langsung RCTI, Minggu (11/7).
“Banyak teori analisis dan prediksi dalam pertandingan piala dunia meleset. Final ini di atas kertas, Spanyol berada di atas satu titik dari Belanda. Namun prediksi pada pertandingan bisa jadi Spanyol yang menang. Bisa jadi sebaliknya. Tapi saya mendukung Belanda. Meskipun dari daya tempur Spanyol lebih unggul,” ungkap SBY.
SBY yang dalam sesi wawancara itu ditemani Menegpora Andi Mallarangeng dan CEO MNC Hary Tanoesoedibjo ini menambahkan, bahwa kekuatan Spanyol dari segala lini cukup mumpuni, sehingga lebih diunggulkan ketimbang Belanda.
SBY punya alasan tersendiri menyatakan dukungannya kepada skuad de Oranje yaitu karena terdapat sejumlah pemain berdarah Indonesia. “Saya dukung Belanda karena ada tiga sampai lima pemain keturunan Indonesia. Ini momentum bagus untuk memajukan sepakbola di Tanah Air. Oleh karena itu ke depannya kita saling memperkuat diri untuk memperbaiki sepakbola kita,” tegas SBY.
SBY lalu mengungkit Kongres Sepakbola Nasional di Malang dan meminta kepada pihak terkait dalam pembinaan sepakbola untuk sungguh-sungguh memajukan sepakbola Indonesia, dengan tidak saling menyalahkan. (wip/oke)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




