Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Satelit Navigasi Bahayakan Bickers

Minggu, 03/01/2010 11:00 WIB - Muhaimin

Mengendarai mobil atau motor dengan dilengkapi sistem navigasi memang terlihat canggih. Bahkan alat itu saat ini menjadi inovasi teknologi tercanggih yang bakal menjadi ikon life style di era modern saat ini. Karena satelit navigasi dengan perangkat komputernya telah menggantikan peran pengemudi dalam menjalankan kendaraannya. Namun jangan berbangga dulu, karena satelit navigasi yang sedianya menjadi penunjuk arah untuk membantu Anda justru bisa memicu insiden yang terburuk.
Ilmuwan di London, Inggris sudah mengklaim satelit navigasi sangat membahayakan bagi pengendara sepeda motor dan mobil di jalan. Dari riset yang telah mereka lakukan di Inggris, sebanyak 78 persen insiden kecelakaan justru disebabkan alat petunjuk dari satelit navigasi itu.
Beberapa psikolog dari Universitas Lancaster dan Universitas Holloway Kingdom, London seperti dilansir telegraph.co.uk pekan lalu, mereka telah menguji efektivitas satelit navigasi itu. Hasilnya di luar dugaan. Sistem navigasi justru cenderung mengacaukan konsentrasi pengendara. ”Efek alat itu sangat berbahaya bagi navigator yang duduk mengendarai kendaraan. Sistem navigasi itu menggunakan sistem yang dipakai dalam ilmu pelayaran,” kata Polly Dalton, salah satu dari tim peneliti.
Menurutnya, penggunaan alat itu seperti memegang gagang telepon saat mengendarai kendaraan sudah menjadi tindakan ilegal di Inggris dan banyak negara lain. Sekarang ini, lanjut dia, peneliti tengah menguji dampak lain yang ditimbulkan dari alat sistem navigasi itu yang menimbulkan insiden kecelakaan yang terus meningkat dalam setahun terakhir ini.
Dalam risetnya, mereka akan meneliti bagaimana alat petunjuk itu bisa menganalisis informasi yang diterima dan memberikan arahan untuk pengemudi. Kebanyakan, tugas mengemudi yang kendaraannya dilengkapi sistem satelit navigasi dengan komputer, tidak dijalankan pengemudinya, namun diambil alih komputer. ”Jika kita lihat, sistem petunjuk itu menggantikan pengemudinya. Padahal, sistem yang diterima satelit navigasi cenderung memaksa dan akhirnya mengacaukan laju kendaraan. Ini berbahaya,” ujar Dalton.
”Pada akhir riset dan eksperimen, kita akan mampu menyediakan standardisasi sistem petunjuk yang valid, di mana sistem navigasi yang diterapkan di kendaraan tidak berbeda dengan kinerja sistem navigasi pada pelayaran,” imbuhnya.
Dalton menaksir, dari sekitar 14 juta alat petunjuk saat ini menggunakan sistem ilmu pelayaran. Kemudian di tahun 2008, sistem itu diaplikasikan pada 2.000 sepeda motor. Dan sebagian besar sistem itulah yang menggantikan peran pengemudinya.
Sementara, survei yang sama dilakukan sebuah perusahaan asuransi yang menyatakan, ada sekitar 50 kasus insiden kecelakaan disebabkan sistem satelit navigasi yang terpasang.
Satelit navigasi itulah yang semestinya bertanggung jawab dalam mengarahkan laju kendaraan pengemudi. Namun, karena terjadi kesalahan sistem, secara tiba-tiba satelit navigasi itu justru memerintahkan komputer agar kendaraan berbelok atau memutar. (Muhaimin)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :