Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Sapi Jawa Kian Tidak Diminati

Rabu, 24/03/2010 09:00 WIB - son

WONOGIRI—Sapi Jawa kini makin ditinggalkan oleh para peternak sapi di Wonogiri. Rata-rata peternak modern maupun tradisional kini lebih mengejar sisi keuntungan bisnisnya ketimbang memelihara sapi jawa yang dinilai kurang menguntungkan.
“Begitu pun, meski pemerintah sudah menetapkan sapi jawa sebagai hewan yang dilindungi pemerintah, pemelihara sapi jenis Brahman makin jarang diminati,” ujar tenaga ahli asisten teknik reproduksi Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Wonogiri, Tunggul Raharjo, Selasa (23/3).
Tunggul mengatakan hal itu ketika melakukan cek kesehatan serta Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) terhadap sapi-sapi dan anakan milik warga di lingkungan Bakem RT 02/VI, Desa Mojopuro, Kecamatan Wuryantoro.
Dikatakan, makin majunya perkembangan inseminasi buatan pada ternak, khususnya sapi, justru membuat peternak makin berpaling dari bibitan sapi jawa. Itu terbukti makin tingginya permintaan inseminasi buatan untuk jenis sapi selain sapi jawa.
“Sapi Jawa sebenarnya lebih mudah merawatnya dan  jarang sakit. Tapi peternak justru menjauhinya, karena harga jualnya rendah,” terangnya.
Dijelaskan, jumlah sapi dirawat, vitamin dan inseminasi buatan sebanyak  48 sapi, namun jumlah itu belum termasuk sapi-sapi dari luar kelompok tani “Makmur” yang diketuai Muh Rudiono, warga setempat.
Sekretaris kelompok tani Makmur, Seno Arifi mengatakan, kegiatan itu baru pertama kalinya sejak kelompok tani tersebut terbentuk setahun yang lalu. “Dulu pernah ada kelompok serupa tapi tidak kompak dan akhirnya banyak yang menyalahgunakan. Ada sapi yang digilirkan tapi malah dijual dan uang penjualan sebagian tidak dikembalikan untuk disetor ke pemerintah lagi,” kata Arifin. (son)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :