Samsung menegaskan posisinya sebagai pesaing dalam pasar ponsel cerdas. Kali ini vendor asal Korea Selatan itu memperkenalkan seri dari keluarga Galaxy, yaitu Galaxy Beam.
Galaxy Beam masih akan mengusung sistem operasi Android, seperti seri Galaxy terdahulu. Untuk awalan, Beam akan disematkan Android 2.1 baru kemudian kemampuannya akan ditingkatkan dengan Android 2.2 atau yang dikenal dengan nama Froyo.
Yang istimewa, Galaxy Beam akan dilengkapi dengan perangkat proyektor Pico (proyektor mini biasa dikenal dengan proyektor saku), yang mampu menembakkan gambar hingga sebesar 50 inci. Ini menjadikan Beam, sebagai ponsel Android pertama yang menggunakan proyektor.
“Galaxy Beam menggabungkan yang terbaik dari dua dunia, menawarkan pengguna kemampuan teknologi dan fitur untuk menikmati hiburan dan fungsi bekerja pada sebuah smartphone. Pengalaman mereka akan disempurnakan berkat fitur built-in proyektor,” kata Managing Director Samsung Asia Sung- Hyun Moon, yang dikutip Digital Trends.
Handset ini akan memanjakan Anda yang sering melakukan presentasi. Karena dengan Beam, membuat peranti presentasi tidak ribet tetapi sangat efisiensi. Meski kecil, Samsung i8520 ini dapat memproyeksikan gambar ke dinding terdekat yang bermanfaat untuk melakukan suatu presentasi. Untuk harga satuannya, akan dibanderol 398 dolar Singapura atau sekitar Rp 2.6 juta.
“Kami percaya bahwa Samsung Galaxy Beam akan menangkap imajinasi pengguna yang menginginkan pilihan yang baik menikmati file media favorit mereka pada layar Super AMOLED atau memproyeksikan file mereka dengan proyektor untuk berbagi dengan teman dan kolega,” tambahnya.
Proyektor Pico
Beam mengusung layar AMOLED Super 3,7 inci, sebuah kamera 8-megapiksel di belakang, plus lensa VGA berkualitas di depan untuk video chat, radio FM terpadu, ditambah standar Wi-Fi, Bluetooth, dan dukungan GPS.
Namun, Galaxy Beam akan dijual pertama kali bukan di kawasan Amerika, melainkan pelanggan StarHub di Singapura yang dirilis mulai Sabtu (17/7) kemarin. Baru kemudian diikuti oleh wilayah lain di Asia dan Eropa akhir tahun ini.
Ada beberapa fitur yang membuat orang bisa ternganga. Mengusung OS Android versi 2.1 dengan ketebalan 0,6 inci, 5,5 ons Beam menawarkan fitur yang sama dengan yang ada di smartphone Galaxy lainnya.
Depan dan tengah adalah layar AMOLED Super 3,7 inci, sedikit lebih kecil daripada layar AMOLED Super 4-inch, sebuah kamera 8-megapiksel di belakang, plus lensa VGA berkualitas di depan untuk video chat, radio FM terpadu; ditambah standar Wi-Fi, Bluetooth, dan dukungan GPS.
Yang menonjol sebenarnya adalah built-in proyektor Pico pada Beam, didukung oleh teknologi DLP Texas Instrument. Proyektor mungil mulai membuat terobosan dalam perangkat kompak dan perangkat portabel lainnya. Tapi perangkat itu masih harus berjuang untuk mendapatkan pijakan di pasar ponsel.
Samsung telah memiliki beberapa ponsel menengah dengan proyektor Pico di dalamnya, dan LG memiliki handset dengan proyektor untuk AT&T tahun lalu. Tapi Beam menandai smartphone pertama yang memiliki proyektor Pico sendiri. (oke/lea)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







