Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Sambut Obama Sewajarnya

Sabtu, 20/03/2010 09:00 WIB -

Tamu istimewa itu bernama Husein Barack Obama, Presiden Amerika Serikat (AS). Diakui atau tidak, dua bulan terakhir ini seluruh negeri seperti keluarga yang hendak menggelar hajat mantu, atau menyambut anggota keluarga istimewa yang sukses setelah merantau. Semua dipersiapkan dengan baik, apa pun yang dianggap akan menyenangkan hati Obama yang faktanya memang pernah tinggal dan bersekolah di Indonesia. Mulai dari makanan kesukaan Obama masa kecil, lagu kegemaran, bahkan patung.
Negara pun tak kalah heboh. Diakui atau tidak, latihan antiteror besar-besaran yang digelar oleh TNI/Polri di Jakarta dan banyak kota lain termasuk Kota Solo, pantas dianggap berkaitan dengan kesiapan menyambut kedatangan Obama. Dalam hal ini, salah satu yang disorot adalah keputusan TNI AU untuk mengirimkan armada jet tempur F 16 yang tergolong uzur untuk mengamankan Obama di Bali. Kenapa bukan Sukhoi yang lebih modern dan berkemampuan lebih baik? Ada spekulasi, TNI takut pesawat buatan Rusia itu akan menyinggung perasaan tamu negara.
Maka, suara kekecewaan pun mengalir cukup deras ketika kemarin mendadak Obama menunda kedatangannya hingga Juni mendatang. Karena, Obama bukan tamu negara biasa. Publik, meski ada kelompok yang menolak Obama dengan alasan tertentu, telanjur menganggapnya sebagai bagian dari komunitas yang membanggakan. Seorang bocah yang pernah tinggal di negeri ini bisa menjadi presiden dari negara adikuasa.
Sebenarnya, sambutan positif terhadap tamu, memang menjadi ciri khas bangsa kita yang ramah dan terbuka. Namun, patut dipertanyakan, pantaskah kita bersikap berlebihan menerima kunjungan Obama? Jangan-jangan itu malah akan menimbulkan kesan sebaliknya, yakni kita dicap sebagai bangsa bermental inferior yang tak percaya diri.
Kunjungan seorang Presiden AS tentu penting dan strategis bagi Indonesia. Terlebih, Obama menjanjikan perubahan cara pandang dalam beberapa hal, misalnya dalam menyikapi dunia Islam, yang sayang secara keseluruhan sikap itu belum banyak terbukti.
Patut dicontoh adalah sikap negeri tetangga kita Australia. Tidak ada hiruk-pikuk apa pun ketika Obama berencana datang ke sana, kemudian berubah mempersingkat jadwal kunjungan, dan berubah lagi menjadi penundaan. Perdana Mengerti Kevin Rudd mengatakan, kapan saja Obama dan keluarganya datang ke Australia akan disambut hangat. (***)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :