Senin, 13/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Sambut Lebaran, Batik Semar Luncurkan Vignet Sumping

Selasa, 31/08/2010 09:00 WIB - Kiki Dian Sunarwati

Bulan Ramadan dan hari Lebaran merupakan momen spesial bagi umat muslim. Jadi tak ada salahnya, Anda pun tampil spesial untuk acara halalbihalal atau acara berbuka puasa. Momen inilah yang dibidik oleh rumah mode di Kota Solo untuk mengeluarkan koleksi terbarunya.
Batik Semar kembali meluncurkan koleksi terbarunya yakni Vignet Sumping, koleksi busana muslim yang mengombinasikan motif batik Pekalongan dengan Cirebon. Produk yang sudah di-launching 26 Agustus lalu di Solo tersebut sekaligus untuk menyambut Lebaran yang sebentar lagi tiba.
Promotion Batik Semar, Herman Priyono mengatakan Lebaran memang merupakan salah satu peluang yang dibidik untuk menampilkan produk terbaru Batik Semar yang berbeda dari lainnya. “Produk ini juga terbatas, hanya ada sekitar 1.000 sampai 2.000 potong saja, dan hanya Batik Semar yang memiliki desain ini. Dari total produksi tersebut kini sudah tersebar di 45 outlet batik Semar di seluruh Indonesia. Sedang di Solo paling hanya ada 10 potong saja dan tersebar di empat outlet yakni Batik Semar Pasar Nangka, Jalan Adi Sucipto, Pasar Klewer, dan Pusat Grosir Solo (PGS). Tentunya agar tak banyak yang menyamai,” ujarnya kepada Joglosemar, Senin (30/8).
Selain keunggulan pada motif, motif ini juga di-print di atas bahan dobbi sutra Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), sehingga terasa halus, tidak panas di badan karena dibantu pula furing. Tersedia dengan tiga varian warna yakni hitam, cokelat, dan merah. Bentuknya pun begitu sederhana, simpel dengan center poin atau pemusatan model di satu titik yakni di dada atau pinggang. “Untuk harganya, tergantung dengan ukuran, semakin ukurannya besar maka harganya akan semakin mahal. Produk ini banyak diminati dan laris, terlihat dari sebelum barang di-drop di outlet, ternyata pemesannya sudah melimpah ruah. Kebanyakan konsumen sudah melihat gambar iklan yang dipasang,” tuturnya.
Sementara itu, sang desainer, Charles Sutanto menuturkan pemilihan motif yang mengombinasikan batik Pekalongan dan Cirebon tersebut menjadi sebuah inovasi karya tersendiri. “Proses membuat produk ini, mulai dari desain, gambar, pemilihan bahan hingga proses jadi memakan waktu kurang lebih tiga bulan. Dan memang untuk mempersiapkan koleksi baru biasanya makan waktu selama itu. Kini saya juga tengah menggarap desain motif untuk Desember mendatang,” terangnya. (Kiki Dian Sunarwati)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :