Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Salat Sekali Sehari, Aliran Baha’i Sesat

Selasa, 27/10/2009 22:27 WIB - oke

JAKARTA (Joglosemar): Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan jika ada satu kelompok yang mengaku Islam, kemudian meyakini bahwa salat itu tidak perlu lima kali dalam sehari, maka aliran itu sesat dan harus dibubarkan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Fatwa MUI Ma’ruf Amin saat dikonfirmasi Senin (26/10) terkait munculnya aliran Baha’i di Tulungagung, Jawa Timur.
“Sikap MUI jelas jika dia mengaku Islam kemudian melakukan praktik ibadah keluar dari yang ditentukan Islam, maka itu aliran sesat,” katanya.
Dia menjelaskan MUI telah menetapkan 10 kriteria yang menyebut satu kelompok dianggap sesat, di antaranya menyimpang dalam salat lima waktu, tidak mengakui Muhammad SAW sebagai nabi, dan penyimpangan ibadah puasa.
Sementara aliran Baha’i meyakini bahwa salat cukup sekali dalam sehari, itu pun tidak menghadap Kabah, melainkan sebuah gunung di Israel bernama Karmel. Dalam praktik puasa Ramadan mereka hanya puasa 17 kali dalam sebulan. Selain itu, mereka juga memiliki surat nikah dan KTP sendiri.
Aliran Baha’i sudah berkembang cukup lama, khususnya di daerah Tulungagung. Kini aliran yang meyakini bahwa Muhammad Husain Ali sebagai nabi mereka itu telah memiliki sekira 150 pengikut. (oke)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :