JAKARTA—Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menegaskan dirinya bukan tipe yang bisa diatur orang lain. Bila dirinya terpilih menjadi Ketua Umum PBNU lima tahun mendatang, dia berjanji tidak akan tertarik berpolitik praktis.
“NU itu bukan tempat meniti karir jabatan politik. Kalau mau menjadi Bupati atau Gubernur, silakan ke PKB. Ketua NU itu karirnya bukan ke sana, tapi sebagai tokoh masyarakat. Jadi saya tidak akan tergiur dengan tarikan syahwat politik,” kata Said Aqil Siradj dalam keterangan persnya usai pembukaan Muktamar ke-32 NU di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/3).
Menurut Said, bagi warga NU yang ingin memperoleh jabatan tertentu di pemerintahan atau politik dipersilakan untuk bergabung dengan sejumlah Parpol yang ada. Said menambahkan, NU merupakan organisasi yang sejak dulu mampu mempersatukan berebagai kelompok yang saling bertentangan.
“Di tengah hiruk pikuk politik dan ancaman perpecahan, kita tidak akan memambawa NU ke politik. Ini harga mati bagi saya. Jangan harap ada orang yang bisa memainkan saya ke politik,” tandasnya lagi.
Sah
Saat ditanya adanya beberapa Parpol yang mendukungnya dalam pemilihan Ketua Umum PBNU, dengan diplomatis Said mengatakan, dukungan itu sah-sah saja dan wajar. “Orang mendukung kan boleh, tapi jangan harap saya bisa diseret-seret. Saya bukan potongan seperti itu. Nuwun sewu (mohon maaf), dari dulu saya tidak pernah ikutan seperti itu,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu calon ketua umum PBNU Ahmad Bagdja berpendapat, ke depan NU harus memperkuat sisi keulamaannya dalam berpartisipasi dalam pembangunan. “Menurut saya NU ke depan harus memperkuat sisi keulamaan dengan memperkuat fungsi dan peran syuriah. Karena kekuatan NU itu pada kiai dan ulama,” ujar Bagdja.
Menurut Bagdja, agar roda NU berjalan maksimal harus ada pendayaan tanfidziyah, lembaga, lajnah dan badan otonom. Lembaga itu juga difungsikan sesuai bidangnya masing-masing. “Ke depan NU harus memperkuat bidang-bidang ekonomi dan pendidikan. Dengan demikian NU akan menjadi solusi problem yang dihadapi umat.” (dtc)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




