Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Rusia ”Menyerbu” Georgia

Senin, 15/03/2010 09:00 WIB - dtc/ant

TBILISI—Tank Rusia dikabarkan telah memasuki Ibukota Georgia dan Presiden Mikheil Saakashvili terbunuh.  Kepanikan pun segera melanda negara itu. Namun ternyata, itu adalah berita bohong yang disiarkan sebuah televisi pro pemerintah setempat.
Stasiun televisi Imedi, awalnya menyebutkan bahwa laporan tersebut sebagai tiruan dari peristiwa yang kemungkinan terjadi. Namun pesan itu lolos dari perhatian penonton. Akibatnya jaringan telepon pun macet dan penduduk Tbilisi, Ibukota Georgia, memenuhi jalanan saking paniknya. Demikian dilansir Reuters dan ABC News Online, Minggu (14/3).
Mendagri Georgia menegaskan, kabar invasi Rusia itu adalah kabar bohong. Namun tak ayal, gedung bioskop di Tbilisi seketika kosong karena para orangtua memanggil anak-anaknya pulang segera. Berita itu pun mengakibatkan banyak warga terkena serangan jantung dan pingsan.
Ratusan penduduk Gori, Kota Georgia paling parah dihantam perang 2008, lari dari rumah mereka dan menguras ke toko setempat memburu perbekalan darurat.
Wanita juru bicara Presiden Mikheil Saakashvili, Manana Manjgaladze, dalam pernyataan tertayang di Imedi menyatakan berita itu seharusnya secara jelas ditandai sebagai tiruan, dan tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik.
Minta Maaf
Dalam tayangannya, Imedi menggunakan gambar-gambar pada perang 2008 yang menunjukkan jajaran tank Rusia. Setelah berita yang membuat panik itu, seorang presenter acara bincang-bincang meminta maaf atas kehebohan yang terjadi. ”Kami hanya ingin menunjukkan seperti apakah hari terburuk dalam sejarah Georgia itu,” katanya.
Georgy Arveladze, kepala Georgia Media Production Holding sebagai pemilik Imedi, menyatakan bahwa tayangan itu bertujuan untuk menggambarkan sebuah ancaman yang nyata. Puluhan warga Georgia yang marah pun mendatangi stasiun Imedi. Sedang politisi dari kubu oposisi, Nico Burjanadze, menyebut tayangan tersebut memuakkan.
Kabar invasi itu mengingatkan saat pasukan Rusia mengirim tank-tank ke Provinsi Ossetia Selatan guna mendukung kelompok separatis setempat yang berusaha melepaskan diri dari Georgia.  Ossetia Selatan melepaskan diri dari Georgia pada 1992. (dtc/ant)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :