Pemanasan global sudah bukan menjadi fenomena yang kita anggap enteng lagi. Karena pemanasan global sudah mulai benar-benar kita rasakan, seperti perubahan cuaca yang ekstrem.
Berbagai cara untuk mengurangi suhu permukaan bumi yang semakin memanas. Tidak usah dengan cara yang muluk-muluk cukup dengan cara sederhana. Misal dengan cara membangun hunian yang ramah lingkungan.
Seperti yang dilakukan oleh Ahmad Adib, yang membangun rumah ramah lingkungan. Rumah yang berlokasi di Jalan Kembang Kuningan No. 3 Ngringo, Palur, Solo memang terkesan simpel tetapi dengan konsep ini mampu membuat udara di sekitar rumah menjadi segar.
“Dengan membuat rumah ramah lingkungan menjadi suatu bentuk kepedulian kita terhadap kondisi lingkungan sekitar,” tutur Ahmad Adib selaku pemilik rumah saat ditemui Joglosemar, Rabu (30/12).
Secara arsitektural, rumah Adib terkesan sederhana tetapi dapat menjadi alternatif bagi Anda untuk meniru konsepnya. Apalagi jika konsep rumah ini dipraktikan oleh banyak orang, bisa dibayangkan dampak positif yang ditimbulkannya.
Rumah yang memiliki luas 200 meter persegi tersebut terletak agak jauh dengan pusat keramaian. Ternyata Adib sengaja memilih lokasi rumah yang jauh dengan pusat keramaian. Selain mengurangi kebisingan juga supaya tidak ikut menikmati polusi udara yang diakibatkan oleh asap kendaraan bermotor.
“Kebetulan rumah saya ini jalan buntu, jadi jarang sekali dilewati kecuali bagi mereka yang bingung karena tersesat. Bahkan yang lewat rumah saya hanya keluarga saya karena letak rumah paling pojok,” terang Adib.
Lantaran jauh dari keramaian maka rumah ini cukup nyaman dan tenang sebagai tempat untuk beristirahat. Apalagi ditambah dengan rimbunnya tanaman yang ada di depan rumah maka nuansa segar pun bisa juga dirasakan.
Ketika mulai menapakkan kaki di halaman rumah Adib yang terbilang tidak luas tersebut terasa bagaikan berada dalam taman yang sejuk. Berbagai pepohonan baik besar maupun kecil menghiasi halaman kecil tersebut. Hal tersebut dilakukan Adib supaya kondisi udara tidak panas.
“Dengan adanya tumbuhan tersebut setidaknya dapat mengurangi dampak pemanasan global. Walaupun hanya dengan menanam pohon namun manfaat untuk jangka panjang ternyata sangat penting,” ujarnya.
Gerabah Air
Lalu ketika mulai berada di teras depan rumah Adib, terlihat lesung serta gerabah yang berisi air serta di tanami dengan tanaman air. Tanaman ini dilengkapi dengan ikan yang dapat dinikmati sembari menunggu yang punya rumah membukakan pintu kita.
Sepintas kita mengamati pintu utama menuju ruang tamu, terlihat pintu kayu yang dilengkapi dengan ukir-ukiran yang menambah suasana semakin nyaman. Lalu seperangkat kursi tamu dari bahan kayu yang menyambut kita pas di depan pintu utama.
Memang Adib sengaja tidak memilih kursi sofa untuk memanjakan tamu yang datang, dan lebih memilih kursi-kursi yang primitif tersebut. “Kalau menggunakan kursi sofa, ya nanti suasananya sudah tidak tradisional lagi. Sehingga saya mending tetap menggunakan kursi kayu yang usianya sudah tua tersebut,” jelasnya.
Tidak hanya ruang tamu, nuansa yang diusung di ruang kerja pun juga sama dengan nuansa yang berada di ruang tamu. Supaya suasana ruangan menjadi tambah hidup, di sepanjang dinding pun terlihat hampir 30-an foto keluarga yang mampu memberikan inspirasi serta motivasi dalam bekerja. “Kalau bekerja lalu melihat foto-foto anggota keluarga itu terasa lebih semangat,” imbuhnya.
Lalu ketika berjalan hingga ke belakang rumah, ternyata berbagai pepohonan pun terlihat rapi dan bersih memadati halaman belakang. Jadi tidaklah salah jika rumah tersebut bisa menjadi salah satu referensi bagi Anda untuk membangun tempat hunian untuk mendapatkan suasana segar dan nyaman. (Dwi Hastuti)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




