Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

RSUP Kariadi Jadi Rujukan Bedah Epilepsi

Senin, 15/03/2010 09:00 WIB - ant

SEMARANG—Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih menjadi RS rujukan untuk melakukan bedah epilepsi.
”RSUP dr Kariadi Semarang menjadi pelopor untuk penanganan bedah epilepsi dan operasi cangkok hati, sehingga diharapkan dapat menularkan pada rumah sakit lainnya,” kata Menkes di Semarang, Sabtu (13/3).
Menurut dia, untuk kasus epilepsi tertentu memang mengharuskan untuk dilakukan operasi jika pasien ingin sembuh, dan pihaknya merekomendasikan penanganan penyakit itu ke RSUP dr Kariadi Semarang.
Ia mengatakan, sebagai RS yang ditunjuk sebagai rujukan, maka RSUP dr Kariadi harus mengoptimalkan pelayanan untuk menangani penyakit-penyakit tersebut dan melakukan upaya yang terbaik.
Akan tetapi, kata dia, hal itu juga harus diiringi kesadaran dari pihak keluarga yang bersangkutan untuk segera membawa pasien ke RS, karena penanganan secara lebih dini akan memberikan hasil lebih baik.
”Kami sadar untuk optimalisasi penanganan juga membutuhkan alat-alat yang canggih dan kami sudah mengkaji permohonan bantuan alat yang diajukan. Kemungkinan tahun depan akan diuji coba,” katanya.
Rujukan Cangkok Hati
RSUP dr Kariadi Semarang sebelumnya juga ditunjuk sebagai pusat rujukan operasi cangkok hati, sehingga Bilqis Anindya Passa, balita penderita atresia bilier akhirnya dirujuk ke RS tersebut.
”Saya sangat mengapresiasi RSUP dr Kariadi Semarang yang telah melakukan operasi cangkok hati pertama kalinya di Indonesia terhadap Ulung Hara Hutama, dan akan melakukannya untuk Bilqis,” katanya.
Ia mengatakan, selama ini memang belum ada RS di Indonesia yang melakukan operasi cangkok hati, kecuali RSUP dr Kariadi Semarang. ”Namun sepertinya RS dr Sutomo Surabaya akan segera menyusul,” katanya.
Menurut dia, upaya penanganan yang dilakukan untuk penyakit-penyakit tertentu, seperti operasi cangkok hati dan bedah epilepsi memang perlu dilakukan, mengingat jumlah penderita yang cukup banyak.
”Sebagai contoh, angka kejadian kasus kelainan hati yang memerlukan operasi cangkok hati mencapai dua penderita per satu juta penduduk, sehingga di Indonesia diperkirakan ada sekitar 600 penderita,” katanya.
Menkes mengakui, biaya operasi cangkok hati memang cukup besar mencapai sekitar Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar, namun untuk operasi Bilqis telah ditanggung pemerintah melalui Kementerian Kesehatan.
”Kami mengharapkan agar RSUP dr Kariadi yang menjadi pionir untuk operasi cangkok hati dan bedah epilepsi dapat `menularkannya` pada RS-RS lain, mengingat banyak penderita yang membutuhkan penanganan,” kata Menkes. (ant)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :