Kompleks wisata ziarah makam Kyai Pulung Langse di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Minggu (10/1) kemarin tampak lebih ramai dibanding hari-hari biasanya. Banyak orang berdatangan, termasuk orang-orang dari luar Sukoharjo.
Kedatangan mereka, tak lain untuk ngalap berkah dalam upacara ritual Pulung Langse. Sebenarnya, acara tersebut baru akan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Namun seolah tak dapat menahan kesabaran, para peserta dan tamu yang jauh-jauh datang dari pelosok daerah di luar Sukoharjo rela mengantre sejak pagi, semata-mata agar kebagian berkah untuk oleh-oleh.
Tidak kecuali Heri Prasetiyo (29), warga Magelang dan Yani (45) warga Semarang merupakan salah satu peserta yang rela berdiri sejak pagi di depan pintu masuk makam dan harus berdesak-desakan dengan peserta lain untuk berebut posisi terdepan dalam mendapat gundukan nasi dan sejumlah hasil bumi lain seperti wortel, kacang tanah, rambutan, dan lain-lain.
Tak berapa lama, kelompok pembawa kirab terlihat keluar membawa gundukan nasi beserta hiasannya untuk mengelilingi makam Kiai Ageng Balak sebanyak satu kali, sebelum akhirnya diperebutkan oleh para peserta.
Begitu selesai didoakan, para peserta kirab mulai merangsek ke depan, dan satu sama lain saling berberdesak-desakan demi memperebutkan makanan, yang mereka percayai bakal membawa berkah bagi kehidupannya. Para petugas keamanan pada waktu itu terlihat pasrah dan kewalahan melihat antusiasme peserta dalam acara ritual itu.
“Saya perlu pengorbanan untuk mendapatkan nasi kirab ini untuk saya bawa pulang,” ujar Yani (45).
Sebelumnya, sehari sebelum acara ritual Pulung Langse, Yani harus menginap di lokasi sekitar untuk bisa mendapatkan nasi ini. “Nantinya nasi ini akan saya jadikan jimat di rumah,” terangnya pada Joglosemar.
Sedangkan Heri Prasetiyo (29) mengatakan, sudah lima tahun ini dia datang ke tempat itu tanpa absen. Untuk kirab kali ini, Heri mendapatkan kayu sengon dan pakunya. “Nanti akan saya taruh di depan pintu rumah supaya rezekine kenceng.” ucapnya.
Sunardi, juru kunci makam menjelaskan, pada hari tertentu makam itu ramai seperti musim menjelang haji, ujian dan hari seperti sura, Jumat kliwon. Tujuan mereka bermacam-macam seperti meminta kelulusan, keselamatan, jodoh, dan bahkan jabatan. (Muhammad Ismail)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







