BOYOLALI—Banjir lahar dingin yang melanda Sungai Gandul, Minggu (20/11) kemarin, telah menghancurkan jaringan pipa air bersih di Wonopedut, Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo.
Dampaknya, puluhan ribu jiwa di Kecamatan Cepogo dan Selo mengalami krisis air bersih. Pasalnya, sumber di Wonopedut yang berada di Sungai Gandul merupakan satu-satunya sumber air bersih bagi warga sejumlah desa di Cepogo, khususnya Desa Jombong dan Desa Suroteleng, Selo.
Sumardi (41), warga Dukuh Wonopedut mengungkapkan, kerusakan jaringan pipa akibat banjir lahar dingin hampir total. Padahal sedikitnya 30.000 jiwa yang tersebar di Desa Wonodoyo, Jombong, Sukabumi, Cepogo, terancam krisis air bersih lantaran jaringan pipa rusak.
“Jaringan pipa rusak total, sedikitnya 30.000 jiwa yang kesulitan air bersih, paling banyak di Desa Jombong, mencapai sekitar 7.000 keluarga,” ujarnya, Senin (21/11).
Saat ini warga terpaksa memanfaatkan sisa tampungan air kemarin serta air hujan. Kondisi itu diperparah oleh pompa hydran tidak berfungsi lantaran pipa pendorong air juga rusak. Sehingga air dari sumber tak bisa dinaikkan ke atas. “Kalau air simpanan habis, ya gunakan air hujan,” papar Sunardi (40), warga yang lain.
Ratusan warga dari desa-desa yang memanfaatkan sumber Wonopedut, bekerja bakti memperbaiki jaringan pipa yang rusak. Namun perbaikan hanya dapat dilakukan secara darurat, mengingat potensi lahar dingin setiap saat bisa kembali terjadi. “Paling banyak 20 persen dapat diperbaiki, itu pun darurat,” kata dia.
Sayangnya, gotong-royong yang dilakukan warga terkendala hujan deras yang sudah turun sejak Senin pagi. Akibatnya, sebagian besar warga pulang lantaran takut banjir lahar dingin. Apalagi hingga siang, mendung tebal dan hujan terjadi di puncak Gunung Merapi. Warga pulang dengan membawa potongan pipa yang dapat diselamatkan.
Mitro Ratman (45), warga Wonopedut yang lain menambahkan, perbaikan dilakukan warga sesuai jaringan pipa masing-masing desa. Hanya saja, perbaikan tidak dapat dilakukan maksimal karena kondisi hujan. “Kondisinya hujan dan rawan banjir lahar dingin,” imbuh Ratman.
Ario Bhawono
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




