Jumat, 10/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Ribuan Remaja Idap HIV/AIDS

Senin, 08/03/2010 09:00 WIB - qds

JOGJA—Penyebaran informasi mengenai kesehatan reproduksi dan penyakit Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS), mutlak diperlukan untuk memotong rantai penyebaran virus tersebut, terutama di kalangan remaja dan mahasiswa. Pasalnya dari sekitar 19.000 pengidap HIV/AIDS saat ini, tercatat 52 persen di antaranya diderita remaja.
Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sugiri Syarief mengatakan dominasi remaja mengidap HIV/AIDS itu tak lepas dari pola perilaku seks bebas yang cenderung meningkat dilakukan oleh remaja yang bersangkutan. Padahal dampak seks bebas selain HIV/AIDS perlu diperhitungkan pula.
“Seks bebas merupakan salah satu faktor yang menularkan HIV/AIDS. Juga dapat menimbulkan kehamilan yang tidak diinginkan. Kehamilan yang tidak diinginkan pada akhirnya justru cenderung mengakibatkan perilaku aborsi. Perilaku aborsi yang tidak aman dapat meningkatkan angka kematian ibu melahirkan,” ujarnya dalam launching Pusat Informasi Konseling-Mahasiswa (PIK-M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Kampus Terpadu UMY, Sabtu (6/3).
Dijelaskannya, pertukaran informasi menjadi hal yang sangat penting guna mengatasi permasalahan tersebut. Sehingga BKKBN akhirnya bekerja sama dengan Jari Mulia mendirikan PIK-M sebagai sarana untuk berdiskusi bagi mahasiswa mengenai kesehatan repoduksi maupun HIV/AIDS.
PIK-M didirikan oleh mahasiswa, dari mahasiswa dan untuk mahasiswa yang bersangkutan. Harapannya, kata Sugiri, dari pertukaran informasi yang benar tersebut para mahasiswa akan terhindar dari tiga persoalan krusial yang lekat dengan kehidupan mereka, mulai dari bahaya narkoba, seks bebas dan juga HIV/AIDS.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMY, Husni Amriyanto berharap ke depannya, PIK-M dan Jari Mulia tidak hanya akan berada di lingkungan fakultas saja, namun juga mencakup universitas sebab PIK-M dan Jari Mulia tersebut merupakan bentuk pengabdian masyarakat. (qds)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :