Hei, guys...Dah berganti tahun, nih. Pasti teman-teman udah siapin resolusi Tahun Baru, kan? Ya, resolusi Tahun Baru memang sangat penting dibanding gebyar pesta. Teman-teman pasti tahu kenapa?
Karena resolusi kita bisa mengetahui rencana satu tahun ke depan atau bisa dibilang harapan dan cita-cita jangka pendek. Entah itu pengen prestasi yang meningkat atau pengen punya gebetan baru atau pengen berganti penampilan, boleh-boleh saja. Yang penting haruslah memiliki nilai positif dan memacu kita untuk ke arah yang lebih baik.
Psikolog Universitas Muhamadiyah Surakarta, Partini mengatakan dengan adanya harapan-harapan tersebut maka akan memberikan stimulus berupa aksi-aksi untuk meraih harapan tersebut. “Ada sebagian remaja yang memiliki harapan yang bersifat negatif, misalnya ingin mendirikan geng motor atau apalah yang nantinya dapat meresahkan masyarakat,” ujar psikolog satu anak tersebut.
Hal ini pun dialami oleh teman kita Khadijah Auliaur Rohmani. Siswi kelas XI IPS 2 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Surakarta mengaku menaruh harapan yang besar di tahun 2010 mendatang. Khadijah berharap apa yang belum sempat diraihnya di tahun 2009 yang silam bakalan terealisasi di tahun 2010 mendatang.
“Kebetulan saya memiliki cita-cita untuk menjadi seorang penulis. Saya ingin tulisan saya bisa tembus baik itu di media cetak yang nasional atau lokal,” tutur Khadijah kepada Joglosemar, Senin (28/12).
Selain harapan tersebut, Khadijah masih memiliki harapan yang belum sempat terealisasi di tahun-tahun sebelumnya. “Saya mencoba untuk mengoreksi diri, kenapa harapan saya di tahun sebelumnya belum terealisasi,” imbuh gadis berjilbab tersebut.
Hal senada juga diungkapkan oleh teman kita Insani Nasyiro. Siswi kelas X 8 SMA Negeri I Surakarta ini mengaku juga menaruh harapan yang besar di tahun 2010 ini. Bahkan berbagai agenda telah disiapkan untuk menyambut tahun 2010.
“Biasanya saya me-list apa saja yang menjadi target di tahun yang akan datang. Lalu saya menempelkan target-target atau harapan tersebut di meja belajar saya supaya setiap kali saya belajar melihat tulisan tersebut dan menjadi motivasi,” papar Insani saat ditemui Joglosemar di kediamannya.
Dengan dituliskannya harapan tersebut ke dalam kertas maka setidaknya akan selalu dapat mengingatkan kita untuk meraih harapan tersebut. “Saya memiliki harapan supaya di tahun 2010 mendatang nilai-nilai pelajaran saya semakin meningkat. Lalu lebih bisa belajar untuk membagi waktu serta menjadi lebih dewasa dibanding sekarang,” pinta Insani.
Omong Doang
Tidak jauh berbeda dengan yang telah diungkapkan oleh teman-teman lainnya. Ahmad Basuki juga mengungkapkan hal serupa. Ahmad mendambakan ingin memiliki lulus dari SMA dan dapat diterima diperguruan tinggi negeri seperti yang telah diinginkan oleh orangtuanya.
“Kalau harapan saya terkabul maka orangtua akan membelikan sepeda motor sesuai dengan permintaan saya,” ungkap Ahmad.
Dari sisi psikologis, resolusi ini sangatlah membantu teman-teman. Dengan planing tersebut kita akan mengetahui ke mana hidup kita akan kita arahkan. “Planing atau perencanaan dalam hidup itu penting kita buat, supaya apa yang kita lakukan itu menjadi terarah,” terang Partini saat ditemui Joglosemar di kantornya, Senin (28/12).
Tetapi yang perlu diingat oleh teman-teman, resolusi tahun baru bukanlah hanya teori belaka. Pada awal tahun kita begitu menggebu-gebu dan bersemangat untuk membuat list resolusi. Tetapi di pertengahan tahun kita keok dan bahkan di penghujung akhir tahun melupakan resolusi.
Resolusi haruslah sesuatu yang realistis. Jangan sesuatu yang utopia, jauh dari jangkauan atau hal yang negatif menjadi harapan dari teman-teman. “Usahakan harapan-harapan tersebut bersifat positif, realistis, bermanfaat. Sehingga teman-teman pun termotivasi untuk selalu mencapainya, “ tutur Partini.
So, yang penting jangan omong doang alias hanya berteori. Tetapi lakukan dengan aksi dari resolusi yang telah kita buat. (dui)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







