Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Rencana Pemkot soal Alat Pantau Udara

Rabu, 07/07/2010 09:00 WIB - ***

Sebuah terobosan baru akan dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam upayanya memantau kualitas udara di Kota Bengawan. Pemkot Solo berencana memasang lima alat pengukur gas emisi kendaraan bermotor di lima titik berbeda yakni di Purwosari, Gladak, Panggung, Manahan, dan Terminal. Wilayah itu dianggap sebagai bangkitan lalu lintas yang sesak dengan kendaraan bermotor. Namun rencana ini baru sebatas usulan dan persetujuannya menunggu pembahasan lebih lanjut dari pihak-pihak terkait. Badan Lingkungan Hidup (BLH) Solo akan mengajukan permohonan dana sebesar Rp 420 juta untuk pembelian alat pemantau tersebut.
Rencana pengadaan ini patut kita sambut baik karena merupakan rangkaian dari berbagai upaya untuk menciptakan Solo sebagai kota hijau. Sebelumnya Pemkot Solo sudah memiliki program lingkungan yang cukup berhasil sebut saja pembangunan hutan kota (urban forest), penataan kawasan bantaran sungai untuk dijadikan taman-taman kota (city park), dan program car free day atau hari bebas kendaraan di Jl Slamet Riyadi. Dengan dibangunnya sistem pemantauan kualitas maka kualitas lingkungan di Solo akan semakin terkontrol, dan kami yakin jika semua berjalan baik, Solo sebagai kota hijau akan menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan.   
Pantauan emisi gas buang kendaraan juga merupakan bagian dari upaya pemantauan pemanasan global di mana Indonesia adalah salah satu negara yang berkomitmen menekan emisi karbon hingga level tertentu. Indonesia telah berkomitmen akan mengurangi emisi karbon sebanyak 26 persen pada tahun 2020 secara mandiri dengan menggunakan sumber daya sendiri, atau 41 persen dengan dukungan internasional. Nah, apa yang sudah kita canangkan tentunya butuh bantuan pemerintah daerah untuk mewujudkannya demi mendapatkan kualitas lingkungan kota yang lebih baik.
Jika upaya ini mendapat persetujuan, pemasangan alat pemantau kualitas lingkungan itu hendaknya disertai pula dengan sosialisasi menjelaskan kepada masyarakat tentang apa yang tertulis di alat tersebut. Misalnya dampak konsentrasi karbon monoksida (CO) dalam jumlah tertentu terhadap kesehatan manusia, atau pengaruh sulfur dioksida terhadap kesehatan manusia. Dengan adanya penjelasan-penjelasan itu diharapkan tumbuh kesadaran di masyarakat untuk ikut menjaga kualitas lingkungan kota demi kehidupan yang lebih baik. (***)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :