Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Refleksi Dua Tahun Harian Joglosemar Semakin Jernih dan Bernilai

Kamis, 29/10/2009 22:19 WIB - Fx Triyas Hadi Prihantoro

Oleh: Fx Triyas Hadi Prihantoro

Sejak berdiri dua tahun lalu, Harian Joglosemar semakin mantap serta jernih dan bernilai. Tidak lepas dalam upaya segala inovasi baik bentuk maupun isi, serta keberanian untuk mandiri (pindah  alamat redaksi). Begitu pula penampilan sudah menampakkan kemandirian dengan lahirnya edisi Minggu, serta berusaha mendengar aspirasi pembacanya.
Bertambahnya umur, semoga makin nampak keseriusan dan kesungguhan para pengelolanya untuk lebih objektif, independen, egaliter dan berkualitas dalam penyajian. Jangan mudah terkooptasi oleh berbagai kepentingan. Sebab, media cetak (harian) mempunyai peran vital dalam mencerdaskan bangsa  yang kritis dan membangun kedewasaan berpikir. Sebagai koran lokal namun berkualitas nasional, Harian Joglosemar harus tetap eksis dan semakin berkualitas.
Sebagai pendatang, harian ini mempunyai peran penting dalam membentuk civil society (masyarakat madani) yang kritis, dinamis, selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Dengan penyajian berita yang berimbang (cover both side), independen, objektif serta memberikan opini dan analisis kritis  karena akan  membentuk karakter koran itu sendiri.
Oleh karena itu, di usia yang masih belia perlu memaksimalkan fungsi mediasi bagi masyarakat Yogyakarta, Solo dan Semarang sebagai pangsa pasar.  Dengan penyampaian berita yang berimbang (objektif) sekaligus mempertajam fungsi kontrol pada Penguasa. Tampil secara profesional dengan keimbangan berita yang bersifat objektif dengan dukungan data, fakta sebagai informasi serta opini aktual dengan referensi ilmiah lainnya.
Ada kelompok penganut paham konstruktif seperti Berger dan Entman, dengan sinis mengatakan bahwa tidak ada sesuatu di dunia yang objektif (termasuk yang dilakukan pekerja pers). Namun apa yang dilakukan oleh Westersthall, Mc Quail, serta UU Nomor 40 tahun 1999 dan Kode Etik Wartawan Indonesia, bahwa harus mengatakan ada kriteria tertentu sehingga sebuah berita dianggap objektif.
Adanya dukungan data yang lengkap dan akurat, bukti dokumen (foto), pernyataan dari nara sumber yang kredibel, relevansi dengan permasalahan berita, netralitas redaksi yang tidak mencampuradukkan fakta dan opini serta keseimbangan dari “penggalian” narasumber, menjadikan berita layak dikategorikan objektif. Demikian juga kredibilitasnya harus tetap dipertahankan terus, dengan meningkatkan kualitas agar tidak ditinggal pelanggan.
Seperti yang sudah dilakukan mau menerima kritik dari pembaca. Kecermatan dan keakuratan informasi, kecermatan bahasa, kesederhanaan penyajian, kelengkapan berita (dengan foto), keterjangkauan harga menjadikan harian ini harus jernih bernilai sesuai visi dan misinya. Maka harian ini pun berupaya mewujudkan kemerdekaan pers yang profesional dengan menjalankan fungsi media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial serta sebagai lembaga ekonomi (menghidupi pekerjanya).
Oleh karena itu, kritik masyarakat baik melalui SMS Warga, email, Surat Pembaca maupun opini perlu diapresiasi positif. Bukan tipe awak harian ini kalau selalu cepat puas terhadap hasil yang telah dicapai. Justru kritik sebagi cambuk untuk semakin maju. Maka pengoptimalan citizen jurnalism (jurnalisme warga) sebagai partisipasi aktif di buka kembali. Di sinilah bentuk kepedulian, penerimaan,  untuk meningkatkan dan mencerdaskan dinamika masyarakat yang semakin kritis
Inovasi
 Persaingan bisnis media, perlu selalu diupayakan sebuah inovasi. Banyaknya  pembaca setia berani urun rembuk (memberi masukkan) demi eksistensi bukti kepedulian. Harapannya dapat semakin berkualitas dan menginspirasi.
Begitu pula dalam penyajian pesan atau berita, harus mampu menjaga keseimbangan/ dinamika. Semakin bisa membedakan mana berita fitnah (palsu), mana yang asli, mana yang menyesatkan dan mana yang mendidik. Keseimbangan dalam pemberitaan menjadikan sebuah kunci kualitas sebuah berita dengan narasumber berita dari dua sisi yang dipercaya.
Oleh karena itu, perlu  mulai dipikirkan penambahan rubrik yang lebih luas seputar Semarang dan Yogyakarta guna menjangkau pasar. Sebab dengan keberanian untuk berinovasi dalam penyebaran pemasaran, lebih besar dan keberanian tepat waktu hadir di tangan pelanggan, menjadikan berita harian ini menjadi kebutuhan sarapan kata di pagi hari yang penting dan utama.
Begitu pula kejelian untuk mengoptimalkan peran pelanggan dalam  berpartisipasi (citizen jurnalism) mengisi ruang rubrik yang disediakan akan semakin memberi berkah. Sebab Joglosemar berusaha melayani dan mendekati komunitasnya. Memang bertambahnya rubrik bagi partisipasi di luar awak Harian Joglosemar berarti peningkatan anggaran. Dan bila kalkulasi hitungan belum impas maka pembaca juga maklum. Sebab penambahan edisi Minggu pun berarti juga penambahan  awak redaktur penanggung jawab pada desk ini.
Penyajian edisi berita yang lengkap dan objektif, merupakan tuntutan pembaca sekaligus akan menunjukkan kadar kualitas. Melalui penyajian yang komprehensif, data akurat, sumber tepercaya dan fakta yang kredibel, menjadikan Joglosemar segera  menjadi koran utama masyarakat Yogyakarta, Semarang dan Surakarta.
Dengan demikian untuk meningkatkan kualitas pemilihan berita, Joglosemar harus semakin meningkatkan dimensi berita yang memiliki kedekatan psikologis (emosi) dengan pembacanya, kedekatan penyajian persoalan human interest dan memetakan berita apakah memiliki kedekatan daerah/wilayah (proximity geografis) dengan pembacanya.
Demi semakin berkualitas dan menginspirasi, Joglosemar  ke depan harus  meningkatkan nilai informasi, akurasi, keutuhan berita, relevansi, netralitas dan keberimbangan. Juga menghindari jurnalisme preman (bodrek) karena ini sangat menodai kode etik jurnalistik. Harus mulai berlomba dengan kecepatan penyajian (timeliness) berita aktual dan terlengkap.
Joglosemar  harus  selalu menunjukkan sebagai koran yang bereputasi baik. Berani membongkar kemudaratan yang dilakukan olah berbagai elemen masyarakat mulai dari rakyat bawah, birokrat sampai pejabat publik demi kemaslahatan.
Mengutamakan dan menyuarakan kepentingan masyarakat, kinerja reporternya yang bersih teliti, profesional, menjadikan Joglosemar semakin berkualitas dan  menginspirasi.
Selamat ulang tahun kedua, semoga  semakin “Jernih-Bernilai”.

Penulis adalah pembaca setia Harian Joglosemar, sekaligus guru  SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta

 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :