Jumat, 10/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Ratusan Makanan Kedaluwarsa

Jumat, 03/09/2010 09:00 WIB - son

WONOGIRI—Lagi, ratusan makanan dan minuman serta produk susu yang sudah kedaluwarsa ditemukan masih beredar si pasaran. Temuan tersebut terungkap dalam inspeksi mendadak (Sidak)  yang dilakukan oleh tim Disperindagkop dan UMKM bersama tim dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) dan pihak kepolisian, Kamis (2/9).
Dari Sidak yang dilakukan di Pasar Ngadirojo, Pasar Wonogiri Kota dan beberapa toko swalayan, bahkan ditemukan hampir separuh dari temuan produk tersebut sudah melampaui tanggal pakainya lebih dari setahun. Selain itu terdapat pula  satu penjual daging yang menjual daging semi gelonggongan.
Temuan daging semi gelonggongan ada di salah satu lapak penjual daging di Pasar Kecamatan Ngadirojo. Pihak Disperindagkop hanya memperingatkan pedagang, agar daging seperti itu tidak dijual.
Akan Ditukar
Saat ditanyai petugas, penjual daging tersebut mengatakan bahwa dia mendapatkan  daging itu dari pedagang daging di Pasar Kota Wonogiri. Sesuai informasi tersebut, petugas langsung menuju ke Pasar Kota Wonogiri untuk menyelidiki lebih lanjut. Akan tetapi petugas tampaknya kecele, karena penjual daging yang  disebut mengelak dan mengaku tidak tahu menahu.
”Ngawur Pak yang bilang tadi itu. Wong saya tadi pagi belum jualan kok. Baru saja daging datang. Daging ini malah dari Jatisrono. Namanya siapa yang bilang?” terang Mbah Jum.
Sementara dari sebuah toko kelontong di sekitar Pasar Kecamatan Ngadirojo tim menemukan 13 produk berjumlah total 98 buah yang sudah lewat masa kedaluwarsa. Pemilik toko, Sri, tidak mau menjawab saat ditanya oleh wartawan. Namun dari perbincangan dengan tim Sidak, dirinya menjawab produk sudah akan ditukar tapi belum diambil oleh pihak distributor.
Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UMKM Supardi selaku ketua tim tidak menerima penjelasan tersebut. Menurutnya, jelas tidak masuk akal jika produk yang expiry date-nya tahun 2008 belum ditukar hingga tahun 2010.
”Lalu ini juga ada yang pada label tanggal kedaluwarsa ditumpangi tulisan harga. Kalau harga kan bisa di bagian atas, kenapa harus ditulis di bagian tanggalnya. Jelas ini upaya mengaburkan identitas. Jangan diulangi!” tegasnya kepada pemilik toko.
Barang-barang itu pun disita, namun untuk produk lain yang tidak dikaburkan tanggal kedaluwarsanya dibeli oleh pihak dinas. (son)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :