Ketika ditanya berapa banyak burung yang ia miliki, Gondorng tampak susah menjawabnya. “Berapa ya pokoknya banyak, bisa sampai ribuan. Soalnya saya juga tidak pernah ngitungi satu per satu,” akunya.
Gondrong memperoleh pasokan burung dari seluruh pelosok nusantara, mulai dari Sumatra, Kalimantan, Bali hingga Flores. Dalam satu minggu ia bisa memperoleh pasokan empat sampai lima kali, dan satu pengiriman jumlahnya berkisar 100 sampai 200 ekor burung.
Gondrong mengaku ia tidak membatasi berapa pun jumlah barang yang datang. Yang ia khawatirkan justru jika pasokannya tidak ada. “Mau berapa pun barang yang masuk saya terima. Soalnya ada saja yang nyari burung setiap hari. Justru bingung kalau barangnya tidak ada,” ujar ayah dari Nurma (9) dan Eva (4) ini.
Dijelaskannya, dalam satu hari ia bisa menjual 50 sampai 100 ekor burung. Kebanyakan yang membeli adalah para bakul untuk dijual lagi. Pelanggan kios burung Gondrong pun tidak terbatas pada Kota Bengawan saja. Tapi juga dari luar kota seperti Surabaya dan Jogja. Bahkan tak sedikit pula permintaan datang dari luar pulau seperti Sumatra dan Bali.
Menurut Gondrong jenis-jenis burung yang sekarang banyak diminati adalah anis merah, murai, cucok hijau, dan love bird. Anis Merah menjadi jenis burung yang paling mahal harganya, bisa mencapai Rp 20 juta per ekor, sedangkan Murai berkisar Rp 5 juta, dan Cucok Hijau antara Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. (Rachmadhani Fitriastuti)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







