SUKOHARJO—Puskesmas dan rumah bersalin yang terletak di Jalan Raya Ahmad Yani, Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo kondisinya sanggat memprihatinkan dan kurang layak sebagai tempat berobat yang nyaman. Atap bangunan dalam kondisi rusak parah, bahkan genteng di ruang tunggu pasien banyak yang bocor.
Parahnya kondisi Purskesmas Pabean itu diketahui dalam inspeksi mendadak (Sidak) oleh Komisi IV DPRD Sukoharjo Sabtu (20/3) kemarin. Haris K, salah satu pegawai Puskesmas mengatakan, bulan Desember 2009 bangunan Puskesmas baru selesai dibangun, namun hampir tiga bulan ini, kondisi bangunan rusak lagi, padahal baru selesai direhab.
“Kalau hujan seperti ini yang bocor. Sebenarnya banyak juga pasien yang mengeluhkan kondisi ini, karena merasa tidak nyaman,” ujar Haris kepada wartawan, Sabtu (20/3).
Selain itu, menurut dia, sebelumnya sudah ada upaya perbaikan kecil seperti pembenahan genting yang bocor oleh penjaga Puskesmas, tapi karena genteng kurang berkualitas, kondisinya tetap sama dan bocor lagi. Belum lagi kondisi eternit di ruang bersalin banyak juga yang berlobang dan bocor.
“Kondisi seperti ini bisa membahayakan keselamatan karyawan dan pasien yang sedang berobat. Karena sebelumnya ada salah satu pegawai yang kejatuhan pecahan genting,” jelasnya.
Tidak Nyaman
Kepala Puskesmas Pabean, Tri Prasetiyo Nugroho mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah mengusulkan ke Dinas Kesehatan Kota (DKK) Sukoharjo terkait perbaikan Puskesmas, tapi sampai saat ini belum ada respons sama sekali.
Dari pengamatan Joglosemar di lokasi Puskesmas memang sangat tidak nyaman jika dijadikan sebagai tempat berobat. Hal tersebut diperparah dengan kondisi genting yang bocor dan bahkan ada yang tidak ada gentingnya sama sekali. Padahal, tiap hari Puskesmas tersebut bisa menerima sekitar 150 pasien untuk berobat.
Sementara itu, anggota Komisi IV, Muhammad Samrodin menegaskan, bagaimana bisa kondisi Puskesmas yang notabene sebagai rumah berobat bisa rusak parah seperti itu. Padahal, sebelumnya Bupati Sukoharjo sering meng-gembar-gembor-kan pengobatan gratis bagi yang tidak mampu, tapi kenyataannya pelayanannya sangat mengenaskan.
“Setelah melihat kondisi Puskesmas seperti ini, saya langsung menghubungi Kepala DKK Sukoharjo, Pak Agus untuk segera melakukan perbaikan. Dan beliau mengatakan akan segera mengupayakan dalam waktu dekat ini,” jelas Samrodin usai Sidak.
Selain itu, kata dia, karena dalam temuan itu menyangkut bangunan, Komisi IV akan melakukan koordinasi dengan Komisi III yang memiliki ranah dalam permasalahan itu untuk diusulkan perbaikan, supaya Puskesmas itu menjadi tempat nyaman untuk berobat. (mal)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




