Senin, 13/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Protes Jalan, Warga Sangge Datangi Kantor DPRD

Sabtu, 31/10/2009 21:34 WIB - ono

BOYOLALI (Joglosemar): Puluhan warga Desa Sangge dan Kalangan Kecamatan Klego mendatangi DPRD Boyolali, Jumat (30/10). Kedatangan mereka guna menuntut perbaikan jalan kabupaten yang melintasi desa mereka, karena saat ini dalam kondisi rusak parah. “Sejak dibangun hingga sekarang, belum ada perbaikan sama sekali, bahkan sering terjadi kecelakaan tunggal,” ujar Sobirin (35), salah seorang warga.
Bahkan kejengkelan warga hampir saja dilampiaskan dengan menanami sepanjang jalan yang rusak dengan pohon pisang. Hanya saja hal itu bisa dicegah dan mereka lantas mendatangi dewan untuk audiensi dengan pihak terkait.
Tokoh masyarakat setempat, Yamto Mardiyanto, menuntut supaya segera ada perbaikan. Pihaknya juga mendesak supaya jalan rusak sekitar satu kilometer (km) tersebut segera diperbaiki dan masuk menjadi skala prioritas.
“Kami semua bayar pajak, jangan ada kesenjangan pembangunan,” ungkap dia.
Menurutnya jalan yang masuk ruas jalan Badhe-Bathangan yang menghubungkan Kecamatan Klego dan Simo tersebut kondisinya rusak. Bahkan di sejumlah tempat, kerusakan sangat parah dan menyebabkan jalan hampir terputus.
Keterbatasan Dana
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perhubungan Pertambangan dan Kebersihan (DPU-PPK) Boyolali, Joko Suyono mengatakan bahwa anggaran APBD Boyolali sangat terbatas. Bahkan, alokasi untuk infrastruktur jalan sangat minim, berkisar Rp 26 miliar. Akibatnya harus ada skala prioritas dari superprioritas jalan rusak yang ada.
Sedangkan mengenai ruas jalan yang digugat warga, sedikitnya dibutuhkan anggaran Rp 5,6 m untuk memperbaiki kerusakan jalan itu. Artinya jumlah dana yang dibutuhkan lebih dari 20 persen anggaran yang ada, sehingga itu tidak mungkin dilakukan sekarang.
“Jalan itu tidak masuk prioritas dari superprioritas jalan yang ada, karena berdasarkan lalu lintas harian rata-rata (LLHR) jalan itu termasuk sepi,” tegas Joko.
Untuk kondisi jalan yang sudah rusak parah, dalam APBD Perubahan ini, pihaknya juga sudah mengalokasikan perbaikan untuk 21 meter ruas jalan yang dikeluhkan. Joko menegaskan, bahkan sebelum ada laporan dari warga pun, pihaknya selalu melakukan survei di jalan-jalan rusak di Boyolali.
Dia juga mempersilakan anggota dewan untuk ikut dalam survei itu. Hanya saja dana yang ada sangat minim sehingga tidak DPU-PPK tidak mampu jika harus melakukan perbaikan secara serentak.
Terkait hal ini, Paryanto, Ketua DPRD menjanjikan akan menerjunkan Komisi III turun ke lokasi untuk yang dipersoalkan. Hanya, dirinya meminta supaya warga juga memahami kondisi keuangan daerah. (ono)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :