Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Prosesi Menyucikan Diri Sebelum Nyepi

Senin, 15/03/2010 09:00 WIB - Bagus Sandi Tratama

Dua hari menjelang Hari Raya Nyepi, Pura Tunggal Ika yang terletak di Desa Kemuning, Ngargoyoso sudah mulai menampakkan kesibukan. Beberapa umat Hindu hari Minggu (14/3) kemarin terlihat mulai mengawali kesibukan dengan menganyam janur kuning menjadi satu rangkaian hiasan indah untuk dipasang di pintu gerbang Pura.
Sementara di bagian dalam Pura, suasana khusyuk sungguh terasa. Kalimat doa beserta kidung-kidung Jawa terlantun dari para jemaah Hindu yang sedang melaksanakan prosesi Melasti dan Mendhak Tirta. Kedua prosesi ini adalah rangkaian ritual menjelang Hari Raya Nyepi yang diperingati umat agama Hindu.
Prosesi Melasti dimaknai oleh para umat Hindu sebagai upaya membersihkan diri beserta peralatan ibadah yang akan digunakan pada prosesi Tawur Agung, Senin (15/3) dan prosesi puncak yakni Nyepi pada Selasa (16/3) besok.  
Dipimpin oleh para Pinandhita dan pemangku lima pura di Ngargoyoso, puluhan umat Hindu di Ngargoyoso berkumpul di Pura Tunggal Ika untuk melaksanakan prosesi Melasti ini. Awalnya prosesi ini dilakukan di dalam Pura dengan memanjatkan doa kepada Yang Kuasa memohon izin melaksanakan prosesi Melasti ini.
Selesai memanjatkan doa, puluhan umat ini bersama-sama mulai menuju sumber air Gondangrejo yang berjarak sekitar 100 meter dari Pura. “Di sumber air ini dilaksanakan pembersihan peralatan persembahyangan termasuk pratima seperti Arca Ganesha yang digunakan sebagai alat pemujaan,” jelas Priyanto yang bertindak sebagai Otorita Pura Tunggal Ika.
Setelah itu masih pada tempat yang sama, juga dilakukan prosesi Mendhak Tirta, yakni upacara mengambil air untuk persembahyangan saat tawur agung. “Mengambil tirta ini termasuk bakti utama pada upacara tawur agung besok,” tambahnya. Diibaratkannya, prosesi Melasti ini layaknya wujud syukur manusia kepada Tuhan. (Bagus Sandi Tratama)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :