BOYOLALI—Tren produksi beras secara nasional termasuk Jawa Tengah (Jateng) menurun akibat susutnya lahan pertanian. Namun sementara ini produksi beras di Jateng masih surplus hingga 2,5 juta ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2009 dari total produksi sembilan juta ton.
Tren turunnya produksi beras tersebut disampaikan Sri Sularsih, Kepala Bidang (Kabid) Distribusi Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jateng, saat menghadiri Hajat Tani tahun 2010 di Lapangan Desa Tanjungsari, Kecamatan Banyudono, Sabtu (13/3).
Sri mengatakan semakin lama lahan pertanian semakin menyempit karena semakin meluasnya pemukiman dan pengembangan industri yang cepat. Meluasnya pemukiman dan industri tentu saja akan memakan areal lahan yang semestinya untuk pertanian. Akibatnya tentu saja produksi beras akan ikut terpengaruh dan terus menurun. ”Areal pertanian semakin menyusut untuk pemukiman dan industri termasuk di Jateng, otomatis ini juga akan mempengaruhi produksi beras nasional,” ujar Sri.
Mengantisipasi turunnya produksi beras itu, pemerintah saat ini terus menggalakkan sosialisasi makanan pokok nonberas. Hal itu dilakukan karena semakin menurunnya produksi beras nasional. Sehingga masyarakat disosialisasikan mengonsumsi bahan pangan nonberas seperti ubi-ubian, jagung, ketela pohon, maupun sayur-sayuran sebagai makanan pokok.
Namun meskipun di tengah menurunnya produksi beras nasional, produksi beras di Jateng masih mengalami surplus. Kelebihan produksi itu menurut dia dikarenakan di sejumlah daerah di Jateng, di antaranya yaitu Blora, Demak, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Pati dan Jepara masih dapat diandalkan untuk menjadi lumbung beras.
Jateng sebagai daerah lumbung beras, menurut dia turut memberi andil produksi beras nasional hingga 17 persen. Meskipun mengalami surplus, namun pihaknya meminta supaya masyarakat menyimpan hasil panen raya di lumbung-lumbung pangan. Sehingga saat musim kemarau mendatang, saat hasil panen turun, masih ada simpanan beras di lumbung-lumbung pangan itu.
Camat Banyudono, Karsino mengatakan, wilayahnya siap dengan program peningkatan produksi beras nasional. Selain itu pihaknya juga sudah menyiapkan upaya diversifikasi makanan berbasis bahan lokal untuk ketahanan pangan. (ono)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




